Turis Tiongkok Mulai Beralih ke Destinasi Wisata Berkualitas

Turis Tiongkok Mulai Beralih ke Destinasi Wisata Berkualitas

Buletin Dewata, Denpasar.

Saat Pemerintah Provinsi Bali beserta pelaku industri pariwisata sedang memperbaiki tata niaga pasar Tiongkok, pariwisata Bali mendapat kabar baik karena dipilih sebagai The Best Destination for the Chinese Family Travelers 2019. Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali, Ida Bagus Agung Partha Adnyana saat dikonfirmasi, di Denpasar mengatakan bahwa, menjelang akhir tahun 2019 pulau ini mendapat apresiasi dari mancanegara khususnya Tiongkok.

“Kita menutup tahun 2019 dengan awal sukses dan image baru Pulau Bali di tahun 2020. Dapat saya share informasi, bahwa perkembangan dan perubahan pasar China (Tiongkok) ke luar negeri berlangsung sangat cepat,” kata pria yang akrab disapa Gus Agung ini.

Menurut dia, sangat disarankan industri pariwisata bisa mengikuti dan menyesuaikan perkembangan pasar ini. Pasalnya, pasar Tiongkok ke depannya akan beralih dan mencari destinasi yang berkualitas. “Tren ke depan dari Tiongkok adalah Wedding, Family Travelers dan Customised Travelers,” sebutnya.

Namun tidak dipungkiri bahwa hingga saat ini, ketersediaan pemandu yang menguasai Mandarin masih menjadi kendala pariwisata Bali. Permintaan pemandu Mandarin cukup tinggi. “Caranya guide yang ada dilatih/diajarkan Bahasa Mandarin,” ujarnya.

Dikatakan Gus Agung yang juga Ketua Gahawisri Bali ini, aktivitas wisata yang paling populer di kalangan turis Tiongkok ketika berwisata di Bali adalah pantai, kuliner dan atraksi.

Sementara itu Wakil Ketua DPP Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) mengaku, sebagai praktisi pariwisata pihaknya sangat senang dan bangga bahwa Bali mendapat The Best Destination untuk Family Holiday dari turis Tiongkok. “Dimana kita lagi memperbaiki tata niaga untuk pasar China,” cetusnya.

Dia berharap, dengan diterimanya penghargaan tersebut akan mampu mengangkat citra Bali di Tiongkok dan meningkatkan kunjungan wisatawan China ke Bali yang mengalami penurunan sebesar 33% pada tahun 2019.(blt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *