Alexandra Bali Tour Gaet 600 Karyawan Perusahaan Kosmetik Meifute Asal Tiongkok ke Bali

Alexandra Bali Tour Gaet 600 Karyawan Perusahaan Kosmetik Meifute Asal Tiongkok ke Bali
Foto : Vinsensius Jemadu (di tengah) bersama Liu Chuan Wei (kiri) dan Sumariyanto (kanan) berpose bersama.

Buletin Dewata, Badung.

Alexandra Bali Tour mendatangkan ratusan wisatawan Tiongkok ke Bali. Mereka merupakan karyawan Meifute, sebuah perusahaan produk kesehatan dan kecantikan kulit di Tiongkok. Selain berwisata, kunjungan mereka ke Bali diisi dengan agenda Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) yang diselenggarakan di Grand Hyatt, Nusa Dua, Badung.

GM Alexandra Bali Tour, Sumariyanto yang menangani MICE dari Tiongkok mengatakan pihaknya berhasil menggaet sekitar 600 karyawan perusahaan Meifute untuk melakukan aktivitas Meeting dan wisata di Bali berawal dari upaya promosi di Tiongkok beberapa waktu lalu.

“Saat promosi di Tiongkok, kami menawarkan MICE kepada perusahaan tersebut. Awalnya perusahaan tersebut sudah merencanakannya di negara lain. Tapi kami sebagai travel yang sudah biasa mendatangkan MICE dari Tiongkok dengan peserta ratusan orang, kami memberikan penjelasan terkait fasilitas MICE yang ada di Bali dan objek-objek wisata yang bisa dikunjungi. Akhirnya perusahaan itu tertarik membawa karyawannya ke Bali,” tuturnya saat perayaan Gala Dinner tahunan dari ratusan wisatawan MICE asal Tiongkok ini di Grand Hyatt Nusa Dua, Badung, Minggu (8/12)

Sementara itu CEO Meifute, Liu Chuan Wei mengaku awalnya berencana mengambil venue/tempat di Thailand, namun karena Bali menjadi pilihan favorit maka pihaknya pun memilih membawa karyawannya melakukan MICE di Pulau Dewata ini.

“Bali merupakan salah satu destinasi terfavorit dipikiran warga Tiongkok. Tentu saja ini pilihannya. Ini pertama kali berkunjung ke Indonesia terutama Bali. Akhirnya pilih Bali karena dapat informasi Bali memiliki hotel yang bisa menampung MICE dengan peserta 600 orang,” ujarnya.

Dikatakan, dalam setahun, perusahaan ini sebanyak 3 kali memberikan award dan reward kepada karyawannya untuk mengambil ke luar negeri. Diakui, kendati baru pertama kali ke Indonesia, khususnya Bali, namun ia sangat terkesan terhadap budaya Bali yang luar biasa. Terbukti baru tiga hari di Bali ia sangat tidak sabar mempelajari budaya yang ada di Bali. Dan kemungkinan Bali akan kembali menjadi pilihan selanjutnya. Pihaknya dengan senang akan merekomendasikan Bali kepada perusahaan lainnya untuk tujuan MICE.

Selama 6 hari di Bali, ratusan karyawan Meifute mengunjungi sejumlah destinasi seperti Pulau Nusa Penida, Ubud dan lainnya. Budaya Bali menjadi salah satu hal yang menarik bagi rombongan turis Tiongkok ini.

Director International Marketing of Great China Kemenparekraf RI, Vinsensius Jemadu yang turut menghadiri Gala Dinner ini menjelaskan, jika dilihat selama 5-10 tahun terakhir, perusahaan-perusahaan Wellness dan kosmetik di Tiongkok tumbuh subur. Bahkan perusahaan-perusahaan ini pun memberikan apresiasi kepada karyawan dengan mengajak jalan-jalan ke luar negeri.

“Karena kita mengejar quality yang punya spending besar dan lama tinggal yang lebih lama. Kita harapkan bentuk-bentuk MICE seperti ini yang lebih dikembangkan,” katanya.

Vinsensius juga menyebutkan, rata-rata pengeluaran turis Tiongkok sekali berkunjung ke Indonesia pada tahun 2017 yakni USD 1.019 untuk Leisure atau yang biasa, sedangkan wisatawan MICE USD 2.500. Dijelaskan pula, lama tinggal wisatawan Tiongkok yang datang untuk liburan (Leisure) rata-rata 5 hari 4 malam, sedangkan MICE lebih panjang.

“Yang terjadi saat wisatawan MICE itu datang. Katakanlah yang suaminya itu Meeting atau segala macam, istrinya melakukan kegiatan lain. Biasanya kelas untuk Middle Up (ekonomi menengah keatas) kalau MICE membawa keluarga dan perangkat golf. Selesai Meeting, mereka golf, spa dan lainnya. Inilah yang membuat Spending mereka besar,” bebernya.

Dijelaskan Vinsensius, kegiatan Meeting Incentive Convention and Exhibition (MICE) merupakan pasar yang besar dan potensial bagi bisnis pariwisata. Ini pula yang melatar belakangi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI pada 2020 akan fokus ke segmen MICE untuk mengejar segmentasi middle up.

“Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga menaruh konsen tinggi sekali terhadap wisata MICE karena mulai 2020 sesuai arahan Presiden Jokowi harus sudah mulai mengedepankan dan menitikberatkan wisatawan mancanegara berkualitas,” tutupnya.(blt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *