Temui Menparekraf, Pelaku Pariwisata Bali Tanyakan Destinasi Ramah Muslim

Temui Menparekraf, Pelaku Pariwisata Bali Tanyakan Destinasi Ramah Muslim
Foto : Pelaku dan tokoh pariwisata Bali bertemu Menparekraf Wishnutama di Kantor Kemenparekraf di Jakarta.

Buletin Dewata.

Pelaku dan tokoh industri pariwisata Bali  akhirnya bertemu langsung dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Wishnutama di Jakarta, Kamis (14/11) yang diinisiasi oleh Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Badung dan juga sebagai Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung, I Gusti Ngurah Agung Rai Suryawijaya.

Para tokoh pariwisata Bali dan stakeholders ini membahas isu yang beredar terkait wacana Menparekraf menyulap Bali sebagai destinasi ramah wisatawan Muslim. Rai Suryawijaya, menyampaikan, pertemuan ini disiapkan secara matang melalui komunikasi langsung yang intensif dengan Menparekraf.

Dikatakannya, dialog berjalan sangat akrab dan penuh motivasi konstruktif selama 3 jam dengan membahas 3 poin diantaranya, pertama perihal pernyataan Menparekraf terkait destinasi ramah wisatawan Muslim. Kedua, sinergi Kemenparekraf dengan pemerintah daerah dalam hal-hal substantif yang bermanfaat untuk jangka panjang dan dampak pertumbuhan ekonomi bagi komunitas dan usaha keci dan menengah (UKM).

Ketiga, disampaikan Rai Suryawijaya terkait terobosan yang kreatif dan inovatif untuk mengakselerasi pembangunan kepariwisataan berdasar 4 pilar yang telah ditetapkan sebagai Undang-undang. “Kami di industri pariwisata khususnya sebagai warga Bali adalah pribadi-pribadi yang sangat dialogis dalam menyikapi berbagai hal. Agar tidak bergulir tambah liar dan menimbulkan efek negatif bagi bisnis pariwisata secara umum, kami pikir harus ada tindakan holistik dan mampu membuat semua pihak dapat menerima klarifikasi atas isu tersebut,” jelasnya yang juga Konsul Kehormatan Hungaria.

Menurut dia, kesimpang siuran berita yang beredar terkait wacana Menparekraf menyulap Bali sebagai destinasi ramah wisatawan Muslim ini sekarang sudah selesai. Menparekraf pun sudah menyampaikan beberapa kali kepada pihak yang ditemui selama ini. “Kami bantu Menparekraf dengan menyebarluaskan visi dan misinya agar kita benar-benar fokus pada quality tourism dan manfaat bagi seluruh anak bangsa,” tegas Rai Suryawijaya.

Sementara itu di bidang penguatan destinasi, Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali, Ida Bagus Agung Partha Adnyana menyampaikan bahwa Bali sedang menyiapkan BaliCEB sebagai hub kegiatan MICE di Bali yang memiliki potensi sangat besar ke depannya.

Ditambahkannya pula bahwa Bali memiliki soliditas yang konsisten di industri kepariwisataan dengan melibatkan seluruh asosiasi yang ada. “Kita ingin kondusitivitas pariwisata bisa terjaga. Sehingga para wisatawan nyaman datang ke Bali. Isu-isu yang kurang relevan dengan pariwisata yang bersifat global ini harus segera dituntaskan,” ucapnya yang akrab disapa Gus Agung.

Dialog berupa pemaparan dari Menparekraf diawali dengan permohonan maaf karena belum sempat ke Bali yang sedianya dijadwalkan minggu ini. Serta dalam konteks berita yang beredar disampaikan bahwa dalam media conference tersebut mengarahkan opini ke arah wisata halal yang pada saat itu disampaikan oleh Menparekraf sebagai destinasi ramah wisatawan Muslim. “Jadi pertanyaan tersebut saya jawab bahwa kita akan sediakan Friendly Moeslem Tourism, bukan menjadikan Bali sebagai wisata agama tertentu, istilah Friendly ini kan menyejukkan, bukan antipati. Bahkan saya tahu sendiri banyak hotel-hotel di Bali juga sediakan Mushala untuk sembahyang, dan tidak pernah ada informasi diskriminasi bagi wisatawan dari agama tertentu,” ucap Menparekraf Wishnutama kepada para tokoh dan pelaku pariwisata Bali.

Pada pertemuan itu orang nomor satu di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI menyampaikan beberapa hal terkait komitmennya terhadap pariwisata Bali diantaranya, pertama berkomitmen menjaga dan menguatkan Bali dari sisi tradisi, budaya, alam dan kesenian. Kedua, menggarap rencana Asia Pacific Film Festival di Bali. Kemudian mengajukan World Beach Games 2020 di Bali. Selanjutnya mengusulkan MTV Awards di Bali dan membawa shooting film Holywood ke Indonesia dan Bali.

Sementara itu Tim Pariwisata Bali juga mengusulkan beberapa strategi untuk pariwisata ke depannya yaitu meningkatkan koordinasi antar pemerintah pusat dan daerah untuk sinkronisasi program. Kedua, membangun kerja sama yang strategis dari pihak Kemenparekraf dengan Kemendes terkait penciptaan Community Based Tourism (CBT) untuk menguatkan peran masyarakat desa sebagai stakeholders dan shareholders.

Ketiga, membangun kerja sama yang strategis dengan Kemendikbud terkait kesiapan guru-guru SMK dalam menguasai materi perhotelan dan pariwisata. Sehingga komposisi guru produktif bisa lebih banyak ke depannya secara proporsional dibanding guru normatif dan adaptif. Keempat, mendorong percepatan program sertifikasi usaha pariwisata dengan mendorong para gubernur seluruh Indonesia membuat aturan yang mewajibkan setiap usaha untuk melakukan uji sertifikasi kelayakan dan standardisasi usaha menuju pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *