Praktisi Pariwisata Bali Minta Menparekraf Aktifkan Biro MICE di Indonesia

Praktisi Pariwisata Bali Minta Menparekraf Aktifkan Biro MICE di Indonesia
Foto : Made Ramia Adnyana.

Buletin Dewata, Badung.

Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) menilai agar suatu destinasi dapat menarik pasar MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) domestik, regional dan international yang juga sangat berpotensi menarik devisa, diperlukan penanganan menyeluruh dengan para stakeholders di destinasi masing-masing. Hal ini bertujuan supaya produk, pelayanan, pemasaran dan penjualan menjadi lebih kompetitif dalam bersaing untuk menarik pasar MICE.

Pasar MICE memberikan dampak ekonomi yang lebih tinggi dari pasar leisure. Bahkan beberapa penelitian menjelaskan pengeluaran wisatawan MICE sampai 3 hingga 8 kali lebih tinggi daripada wisatawan leisure.

Wakil Ketua IHGMA, Made Ramia Adnyana mengatakan, negara-negara tetangga seperti Malaysia, Australia, Korea, Jepang, Thailand, Singapore sangat fokus menggarap pasar ini. Salah satu resep keberhasilan negara-negara tersebut adalah adanya Convention & Exhibition Bureau yang kuat. “Hirarki yang langsung ke level menteri, gubernur, bupati atau walikota, didukung oleh stakeholders yang lain dan di danai oleh negara,” jelasnya beberapa waktu lalu.

Praktisi Pariwisata Bali Minta Menparekraf Aktifkan Biro MICE di Indonesia

Dikatakan, karena Bureau ini fokusnya adalah pengembangan MICE Destination bukan menjual venue semata. “Yang mana nantinya akan memberikan dampak positif kepada negara melalui penghasilan pajak dan perputaran ekonomi dari kegiatan MICE,” tutur Ramia yang juga seorang praktisi pariwisata Bali.

Dia menyampaikan, sudah waktunya Indonesia memiliki beberapa Convention & Exhibition Bureau yang fokus untuk tujuh destinasi MICE yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata diantaranya Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Surabaya, Bali, Medan, Lombok.

“Negara-negara yang berhasil mengembangkan MICE dalam satu negara bahkan memiliki lebih dari 10 Convention & Exhibition Bureau. Sehingga kita dorong Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif kita yang baru agar segera kembalikan peran dan fungsi biro MICE (Convention & Exhibition Bureau) yang dulu pernah ada. Sehingga target MICE yang diinginkan seluruh destinasi MICE yang ada di Indonesia bisa tercapai maksimal,” bebernya.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *