Wisatawan ke Bali Beralih ke Online Pasca Bangkrutnya Agen Perjalanan Thomas Cook

Wisatawan ke Bali Beralih ke Online Pasca Bangkrutnya Agen Perjalanan Thomas Cook

Buletin Dewata, Denpasar.

Perusahaan agen perjalanan di Inggris (Thomas Cook) yang dikabarkan mengalami kebangkrutan tidak  memberin dampak signifikan terhadap wisatawan ke Bali. Pasalnya menurut Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali, Ida Bagus Agung Partha Adnyana beberapa waktu lalu, perusahaan tersebut menangani wisatawan yang datang ke Bali secara offline.

Dia mengakui jika travel agent legendaris atau paling tua di negaranya ini memang bekerja sama dengan 16 hotel di Bali yang mengisi okupansi di hotel-hotel tersebut.  “Ini kelemahan offline tiba-tiba bangkrut susah dibayarkan tagihannya. Dengan bangkrutnya Thomas Cook, mereka (wisatawan) ke Bali berubah cara dengan menggunakan digital. Mereka tetap ke Bali namun dengan cara berbeda,” ujar pria yang akrab disapa Gus Agung ini.

Wisatawan ke Bali Beralih ke Online Pasca Bangkrutnya Agen Perjalanan Thomas Cook

Saat ini semakin banyak wisatawan asing yang berlibur ke Bali dengan cara online. Melalui online maka pembayaran kamar hotel akan dibayarkan secara langsung. Berbeda dengan cara offline, dimana pembayaran kamar hotelnya dilakukan usai menginap maupun sebulan setelahnya. Tergantung kontrak kerjasama antara hotel dengan agen perjalanan wisata yang menangani wisatawan. Cara online akan membuat hotel terhindar dari kerugian, karena dibayar langsung saat proses pemesanan kamar hotel.

Dikatakan Gus Agung, industri pariwisata Bali pun saat ini juga mengandalkan kedatangan wisatawan online. Pada tahun 2017 lalu, wisatawan yang melakukan perjalanan wisata sebanyak 65% menggunakan cara online. “Tapi sekarang sudah lebih dari 70%. Bisa jadi Thomas Cook bangkrut karena pengaruh digital, banyak yang melakukan perjalanan melalui online, semua keperluan perjalanan dibeli secara online. 70% wisatawan ke Bali sekarang digital. Makanya kami industri pariwisata mengajak influencer mempromosikan Bali secara digital,” pungkasnya.(jos)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *