Bali Turun Peringkat Pulau Terbaik di Dunia 2019, Ini Faktor Penyebabnya

Bali Turun Peringkat Pulau Terbaik di Dunia 2019, Ini Faktor Penyebabnya

Buletin Dewata, Badung.

Pelaku pariwisata Bali memberikan tanggapan terkait turunnya posisi Pulau Bali dari peringkat kedua pada 2018 lalu menjadi posisi ketiga sebagai Pulau Terbaik di Dunia 2019 berdasarkan versi media perjalanan Amerika Serikat.

Wakil Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA), Made Ramia Adnyana, menyampaikan bahwa penurunan peringkat tersebut dikarenakan beberapa faktor salah satunya efek aktivitas Gunung Agung yang masih terasa hingga tahun ini. “Sehingga kedatangan wisatawan sedikit menurun,” ucapnya.

Pihaknya meyakini upaya-upaya peningkatan keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan yang berada di Bali maupun branding negara (Wonderful Indonesia) sudah dilakukan oleh pemerintah. Bahkan branding ini ternyata cukup populer di telinga wisatawan asing. “Tentu ini harus diikuti pembenahan destinasi karena posisi yang sekarang ini merupakan peringatan atau cambuk agar kita berbenah agar bisa menempati posisi pertama the most favorite destination,” kata Ramia.

Menyikapi kondisi ini, pemerintah kata dia harus lebih banyak melakukan kegiatan atau aktivitas-aktivitas mempromosikan pariwisata Bali untuk menjaga image buruk yang tersebar di media sosial terkait beberapa masalah yang ada di Pulau Dewata. Diantaranya bencana, mitigasi plan, infrastruktur (kemacetan) dan isu keamanan serta kenyamanan wisatawan harus benar-benar dijaga untuk mengembalikan posisi Bali ke top destination.

Lanjut dia mengatakan bahwa upaya dari stakeholder untuk meningkatkan image kepariwisataan Bali adalah dengan selalu siap mengikuti tren dari wisatawan. “Kita selalu mengacu review dari wisatawan. Kita di industri pariwisata contohnya di hotel acuannya performance review secara online yang disebut reputation management” terang Ramia.

Sementara itu kata dia masyarakat sebagai host atau tuan rumah juga berkewajiban menjaga keselamatan dan kenyamanan wisatawan selama di destinasi karena ini dilindungi undang-undang. “Juga merupakan salah satu code of ethics daripada tourism harus melindungi wisatawan di destinasi. Ini yang harus dipahami masyarakat supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama di destinasi dan segala permasalahan harus diselesaikan dengan cepat,” tegasnya.

Bali Turun Peringkat Pulau Terbaik di Dunia 2019, Ini Faktor Penyebabnya
Foto : Ketua BPPD Badung, IGN Rai Suryawijaya (kiri) bersama Wakil Ketua IHGMA, I Made Ramia Adnyana.

Sementara itu Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Badung, IGN Rai Suryawijaya menyatakan pesaing pariwisata Bali akan selalu memantau kekurangan dan keunggulan apa yang ada di pulau ini. Setiap kompetitor pastinya akan selalu memperbaiki kekurangan destinasinya. “Pesaing kita di ASEAN bukan hanya Singapore saja juga Filipina dan Vietnam sedang semangat untuk meningkatkan kunjungan wisatawannya dan untuk meraih predikat terbaik menyaingi Bali” jelasnya.

Maka pariwisata Bali harus dipelihara dengan baik, begitupun hasil dari ‘kue’ pariwisata harus digunakan untuk perubahan guna kepentingan pariwisata. Ini harus menjadi skala prioritas ibaratkan seperti ayam bertelur emas. “Jadi ayamnya harus dipelihara dengan baik agar telurnya menetas lebih baik,” kata dia mengumpamakan.

Disampaikan Rai yang juga Ketua PHRI Badung ini, ada 4 pilar kepariwisataan yang harus dipelihara oleh pemerintah, industri dan masyarakat. Pertama adalah destinasi, menurut dia destinasi harus berkelas internasional. Kedua, industrinya harus bekerja sama dengan masyarakat dan pemerintah. “Kemudian pemasaran dan promosi sangat penting. Kan pada akhirnya predikat kita turun. Promosi ini harus gencar dan counter berita-berita hoax,” imbuhnya.(blt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *