Dispar Bali Sikapi Guide Rusia Ilegal Beroperasi di Bali

Dispar Bali Sikapi Guide Rusia Ilegal Beroperasi di Bali
Foto : Dinas Pariwisata Provinsi Bali menggelar pertemuan menyikapi beroperasinya Guide Rusia Ilegal di Bali, Kamis (11/7).

Buletin Dewata, Denpasar.

Menyikapi beroperasinya Guide Rusia ilegal yang menimbulkan keresahan dan kerugian bagi pelaku pariwisata, Plt. Kadis Pariwisata Provinsi Bali Ir. Putu Astawa mengelar pertemuan dengan sejumlah komponen terkait meliputi DPD HPI Bali, Dinas Pariwisata Badung, Kantor Imigrasi Denpasar, Satpol PP Bali dan Kabupaten Badung, bertempat di ruang pertemuan Dinas Pariwisata, Selasa (9/7).

Pada pertemuan ini, Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Bali mengungkapkan bahwa berdasarkan investigasi di lapangan diketahui turis rusia yang berprofesi sebagai guide ini ternyata mengantongi visa kerja sebagai instruktur diving atau surfing. Rute yang ditawarkan para Guide Rusia ini pun mudah ditebak, sehingga jika Satpol PP hendak melakukan sidak diminta berkoordinasi dengan HPI Bali.

Dari langkah responsif yang ditunjukkan Pemprov Bali, Ketua DPD HPI Bali, Nyoman Nuarta sangat mengapresiasi. “Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari FGD yang telah digelar sebelumnya. Terkait dengan guide ilegal, kami sudah berkoordinasi dengan Kasatpol PP dan sudah terjaring 15 orang pemandu wisata ilegal. Hal yang perlu ditelusuri adalah bagaimana mereka bisa mengantongi visa kerja sebagai instruktur diving atau surfing,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan dari Kantor Imigrasi Denpasar mengusulkan supaya Pemprov Bali senantiasa melakukan koordinasi dengan Kanwil Hukum dan HAM sebab lingkupnya berada di tingkat provinsi. Selain itu, disarankan pula agar melibatkan Disnaker ESDM. Pihak imigrasi pun siap dan bersedia jika sewaktu-waktu diikutsertakan dalam sidak di lapangan.

Plt. Kadis Pariwisata Provinsi Bali Ir. Putu Astawa menilai permasalahan beroperasinya Guide Rusia ilegal di Bali memang harus disikapi serius. Keberadaan guide ilegal sangat bertentangan dengan Perda Nomor 16 Tahun 2018 Tentang Pramuwisata. Oleh karenanya melalui pertemuan ini diharapkan dapat terjalin komunikasi dan kerjasama yang baik antar komponen terkait, sehingga keberadaan para guide ilegal tidak akan mempengaruhi citra pariwisata Bali dan merugikan secara ekonomi.(blt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *