VietJet Air Buka Rute Penerbangan Langsung Ho Chi Minh City – Denpasar, Dongkrak Turis ASEAN ke Bali

VietJet Air Buka Rute Penerbangan Langsung Ho Chi Minh City - Denpasar, Dongkrak Turis ASEAN ke Bali

Buletin Dewata, Badung.

VietJet Air yang merupakan maskapai nasional asal Vietnam segera akan membuka rutenya ke Bali. Penerbangan rute internasional ke Bandara Internasional I Gusti Ngurah RaI, merupakan indikator positif bahwa pariwisata Bali akan mengalami pertumbuhan secara signifikan.

General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Haruman Sulaksono membenarkan bahwa pada 29 Mei 2019 mendatang akan ada penerbangan tambahan VietJet Air dari Saigon (Ho Chi Minh City) Vietnam langsung ke Denpasar pada pukul 13.05 Wita dengan frekuensi 1 minggu 5 kali penerbangan. Penerbangan langsung dengan durasi sekitar 4 jam ini akan meramaikan kegiatan penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

“Ini penambahan rute internasional yang ketiga di tahun 2019 sebelumnya Virgin Airline dan Malindo disusul VietJet. Penambahan rute internasional tersebut merupakan indikator positif bahwa Bali dari sisi penerbangan internasional akan mengalami pertumbuhan secara terus menerus,” ucap Haruman usai acara buka puasa bersama di Badung, Rabu (22/5).

Ditegaskan Haruman, meski maskapai tersebut dikenal kontroversi namun kemasan di dalam pesawat saat melakukan penerbangan ke Bali akan disesuaikan dengan suasana Indonesia. Menurutnya, saat ini di bandara Ngurah Rai Bali dalam sehari terdapat rata-rata 350 pergerakan pesawat dan penumpang masih tetap bertahan di angka 60 ribu orang baik internasional dan domestik. “Masih bisa kita harapkan untuk Bali. Optimis akan mengalami penambahan penumpang,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (Asita) Bali, I Ketut Ardana menyambut baik penerbangan langsung pergi pulang (PP) Saigon-Vietnam ke Denpasar-Bali. Menurut Ardana, tanpa rute langsung, penerbangan dari Vietnam ke Bali akan ditempuh selama 7 hingga 8 jam perjalanan karena harus transit di Kuala Lumpur atau Singapore dan Bangkok. Dengan adanya rute penerbangan langsung akan mempersingkat lama perjalanan, sehingga akan menarik minat untuk berwisata ke Bali.

‘Rute tersebut akan menambah jumlah kunjungan turis dari Negara ASEAN ke Pulau Seribu Pura ini. Dimana paket tur pun akan menjadi lebih kompetitif, mereka tidak lagi berpikir bahwa travelling ke Bali itu jauh dan lama karena harus transit,” ungkapnya.

Ardana menambahkan, Vietnam merupakan negara yang pertumbuhan ekonominya sangat bagus sekitar 7%. Jadi masyarakat Vietnam sudah banyak berwisata ke luar negeri. Bagi Asita, market ASEAN seperti Vietnam cukup potensial untuk meningkatkan pariwisata Bali. Beberapa biro perjalanan wisata di Bali pun sudah menggarap pasar Vietnam.

“Termasuk perusahaan saya sudah mendatangkan turis Vietnam ke Bali dari beberapa tahun yang lalu. Namun masih banyak lagi peluang kita untuk menggarap pasar Negara ASEAN lainnya seperti Filipina. Jadi dengan VietJet Air akan terbang ke Bali direct, itu super sekali untuk pariwisata kita,” tandasnya.

Berdasarkan data Dinas Pariwisata Daerah Bali, jumlah kunjungan turis Vietnam ke pulau ini periode Januari-Februari 2019 sebanyak 3.237 orang. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2018 tercatat sebanyak 2.586 kunjungan. (rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *