Wagub Cok Ace Kecam Oknum Guide Pelaku Pelecehan Seksual Turis Tiongkok

Wagub Cok Ace Kecam Oknum Guide Pelaku Pelecehan Seksual Turis Tiongkok

Buletin Dewata, Denpasar.

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) mengutuk keras aksi oknum guide yang melakukan pelecehan seksual terhadap turis Tiongkok di Tanjung Benoa beberapa waktu lalu. Ia pun meminta oknum tersebut segara diproses secara hukum dan atas kesalahannya dapat diganjar hukuman yang seberat-beratnya agar menimbulkan efek jera.

Wagub Cok Ace yang juga Ketua PHRI Bali meyakini bahwa perusahaan pariwisata di Bali tidak akan memberi ruang untuk perilaku yang tidak senonoh. Ia pun yakin aksi pelecehan seksual terhadap turis Tiongkok dilakukan murni oleh oknum guide dan hal ini telah mencoreng nama perusahaan, pemerintah dan pariwisata Bali.

“Kejadian ini merupakan murni kelakuan oknum yang mencoreng nama perusahaan dan pemerintah. Sekali lagi atas nama Pemprov Bali saya memohon maaf atas kejadian ini,” ujar Cok Ace saat menghadiri pertemuan antara pihak BMR Dive & Water Sport dengan Konsulat Jenderal RRT, Gou Hao Dong di Bali Tourism Board, Kamis (2/5).

Wagub Cok Ace pun meminta maaf atas kejadian yang menimpa turis Tiongkok dan berharap hal ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh pemangku kepentingan pariwisata di Bali. Ia meyakini bahwa perusahaan pariwisata di Bali tidak akan memberi ruang untuk perilaku yang tidak senonoh. Namun demikian, atas kasus ini, Cok Ace pun meminta agar pengusaha di sektor pariwisata melakukan psikotes bagi calon pekerjanya yang memiliki risiko tinggi terhadap tindakan pelecehan kepada wisatawan.

“Saat penerimaan karyawan saya rasa memang perlu dilakukan psikotes. Ini akan menjadi bagian dari promosi ke depannya. Perusahaan yang telah mempunyai sertifikasi terhadap karyawan-karyawannya akan menjadi promosi yang baik untuk pengguna jasa karena diyakini bisa memberikan keamanan dan kenyamanan pada wisatawan,” tegasnya.

Konsul Jenderal RRT di Bali, Gou Hao Dong memberi apresiasi atas respon cepat pemerintah Provinsi Bali terhadap kasus ini. Ia juga sudah mengetahui bahwa tersangka sudah ditangkap dan ia juga meyakini kejadian ini bisa segera diungkap pihak kepolisian di Bali sehingga pelaku dapat diganjar sangsi hukum atas perbuatannya yang salah.“Saya berharap hasil penyelidikan agar diumumkan sehingga diketahui oleh masyarakat,” ujarnya.

Seperti diketahui dari laporan menyebutkan bahwa seorang oknum pemandu wisata air di Tanjung Benoa telah melakukan pelecehan seksual terhadap seorang turis asal Tiongkok saat bermain jetsky. Polisi pun langsung menangkap tersangka pelaku tersebut pada Selasa (23/4) lalu.(blt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *