Pasca Pemilu, Pesanan Online Kamar Villa di Kuta Bali Mulai Meningkat

Pasca Pemilu, Pesanan Online Kamar Villa di Kuta Bali Mulai Meningkat

Buletin Dewata, Badung.

Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 yang berlangsung damai dan lancar pada (17/4) diakui pelaku industri pariwisata Bali mendapat respon positif dari turis mancanegara. Pasalnya, sehari setelah pencoblosan atau Pemilu, sejumlah pesanan kamar villa melalui online dari mancanegara dan domestik mulai berdatangan. Demikian disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Bali Villa Associatio (BVA) yang juga General Manager Maca Villa, Yoga Iswara di Kuta, Badung.

Dia mengatakan, bahwa pesanan kamar tersebut untuk hunian beberapa bulan ke depan. Sehingga akan menambah okupansi atau tingkat hunian kamar di villa setempat yang awalnya pada periode low season yakni Januari awal April 2019 okupansi sempat menurun drastis. “Sehari setelah Pemilu, kami banyak menerima booking online untuk menginap 3 bulan ke depan. Bulan depan dan seterusnya dari booking online sudah mencapai 70 persen on hand. Nanti closing-nya bisa mencapai 80 sampai 90 persen,” terangnya.

Yoga mengungkapkan, periode low season atau sepi kunjungan wisatawan pada tahun ini berlangsung cukup panjang. Namun pada tahun 2018 lalu, low season hanya dirasakan selama 2 bulan yaitu Januari-Februari. “Kemudian bulan Maret okupansi sudah mulai naik. Namun sekarang ini sejak awal April baru mulai terlihat okupansi naik. Kesimpulan kami ini efek Pemilu. Mendekati Pemilu, wisatawan wait and see bagaimana Pemilu berlangsung. Ternyata damai dan lancar. Maka hari ini/sehari setelah pencoblosan calon wisatawan langsung memesan kamar melalui online,” ungkap Yoga.

Sementara itu Ketua BVA, I Gede Sukarta menyampaikan, selain karena Pemilu, harga tiket pesawat pun menyebabkan low season tahun ini berlangsung agak lama dari tahun sebelumnya. Seperti diketahui, maskapai nasional di Tanah Air mulai menaikkan harga tiket pesawat rute domestik pada awal tahun 2019 hingga 100 persen. “Hal ini juga yang menyebabkan wisatawan domestik sedikit yang melakukan perjalanan wisata sehingga masa low season tahun ini terasa lebih lama,” katanya.

Ketua Bali Hotel Association (BHA), Ricky Putra juga menyampaikan hal senada bahwa pasca Pemilu okupansi kian menanjak mencapai 70 hingga 85 persen. Apalagi saat ini momen long weekend bertepatan Perayaan Paskah selama 3-4 hari ke depan menyumbang okupansi di hotel-hotel member BHA. “Awalnya okupansi periode low season Januari-Maret rata-rata 55 sampai 60 persen. Namun sekarang ini karena Pemilu berlangsung damai, wisatawan mancanegara tidak ragu datang ke Bali,” sebutnya.

Setelah wisatawan wait and see sejak beberapa bulan yang lalu, bagaimana pesta demokrasi di Tanah Air ini dan ternyata berlangsung damai dan lancar membuat turis dari sejumlah negara di Eropa, Australia, Tiongkok dan Amerika serta negara lainnya tetap memilih Bali sebagai destinasi yang akan dikunjungi pada beberapa bulan ke depan. Wisatawan kata Ricky sudah mulai merencanakan untuk datang ke Bali baik pada akhir April ini maupun Mei dan Juni mendatang.

“Tamu sudah mulai menelpon dan melakukan pesanan kamar untuk beberapa bulan ke depan pasca Pemilu kemarin. Jadi Mei nanti okupansi kemungkinan 70-75 persen dan Juni bisa mencapai rata-rata 75-80 persen. Pemilu ini sesuatu yang sangat positif karena mereka sudah melihat sendiri bahwa telah berjalan baik,” imbuh Ricky.

Pelaku industri pariwisata berharap kondisi okupansi akan semakin membaik, meski nantinya Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan siapa pemimpin terpilih di negeri ini.(gde)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *