Gathering Gubernur Koster Bersama Pelaku Pariwisata Perkuat Sinergi Pembangunan Kepariwisataan Bali

0
Gathering Gubernur Koster Bersama Pelaku Pariwisata Perkuat Sinergi Pembangunan Kepariwisataan Bali
Foto : Kegiatan bertajuk “Gathering Walk the Talk with Governor of Bali” dengan sub tema “Synergi and Harmony Under Nangun Sat Kerthi Loka Bali” di Harris Hotel and Residence Sunset Road, Kuta Bali, Kamis (11/4).

Buletin Dewata, Badung.

Meningkatkan sinergi yang lebih kuat dan solid antara pemerintah,industri dan masyarakat, Pemerintah Provinsi Bali menggelar kegiatan gathering bersama stakeholders kepariwisataan di Bali yang terdiri dari pengusaha, tokoh masyarakat, asosiasi, praktisi, akademisi, penggiat sosial dan mahasiswa bidang pariwisata. Kegiatan bertajuk “Gathering Walk the Talk with Governor of Bali” dengan sub tema “Synergi and Harmony Under Nangun Sat Kerthi Loka Bali” dihadiri lebih dari 1500 peserta dari seluruh Bali, berlangsung di Harris Hotel and Residence Sunset Road, Kuta Bali, Kamis (11/4).

Gathering menghadirkan sesi dialog interaktif dengan 3 nara sumber yaitu Gubernur Bali DR. Ir. I Wayan Koster, M.M , Wakil Gubernur Bali DR. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, M.Si serta Ketua Pantia Penyelenggara I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya, SE.,MBA.

Gubernur Bali, I Wayan Koster menyampaikan bahwa pembangunan kepariwisataan di Bali menjadi concern utama karena sebagian besar masyarakat menaruh harapan penghasilan dari sektor ini. Bahkan sektor di luar pariwisata seperti perbankan, kesehatan, kerajinan, pendidikan, perdagangan dan lainnya turut bergerak secara linier seiring tingkat kemajuan pariwisata di Bali. “Pemerintah memprogramkan Nangun Sat Kerthi Loka Bali untuk menyelamatkan Bali sebagai pulau yang eksotis dan tempat tinggal kita bersama tidak rusak karena kemajuan pariwisata itu sendiri,” katanya saat bertemu langsung dengan pelaku pariwisata.

Dalam kesempatan ini pihaknya menyampaikan rancangan Pemerintah Provinsi Bali di bidang kepariwisataan termasuk berkaitan dengan regulasi-regulasi sebagai bagian yang berkaitan untuk dikomunikasikan secara efektif kepada para pelaku pariwisata. “Agar kegiatan dan program yang dijalankan ke depan sesuai harapan pelaku pariwisata. Karena para pelaku pariwisata sejatinya menjadi pilar penting yang melaksanakan juga terkena dampak positif maupun negatif terhadap kebijakan yang dijalankan,” cetus Koster.

Ketua Perhimpinan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung, I GN Rai Suryawijaya menyampaikan bahwa hal ini untuk memperkuat soliditas para pelaku pariwisata dalam upaya meningkatkan motivasi dan usaha bersama agar mencapai tujuan dalam koridor pembangunan kepariwisataan di Bali.

Bali sebagai icon pariwisata Indonesia dan salah satu destinasi terbaik di dunia harus senantiasa mencari terobosan-terobosan yang inovatif, sehingga selalu dapat mempertahankan predikat destinasi terbaik di dunia. “Kita ini berada pada industri yang memiliki dinamika yang sangat tinggi dan agresif, dengan karakter kreativitas yang tanpa batas maka pariwisata Bali ini akan sangat mudah dikalahkan oleh destinasi lainnya,” ujarnya.

Selain itu, revolusi industri 4.0 ini memberi ruang yang sangat terbuka bagi kalangan industri untuk bersaing secara terbuka dengan tantangan artificial intelligence dan robotic system. “Kita di Bali tidak boleh lengah dan salah dalam berstrategi karena konsep pariwisata di Bali ini sangat unik karena berkah Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang menganugerahkan alam, budaya dan seni yang memiliki taksu tidak bisa dibandingkan secara holistic dengan destinasi lainnya,” jelas Rai yang juga Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Badung.

Sementara itu Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati kembali menyampaikan terkait konsep pembangunan One Island One Management yang sempat disampaikan sejak tahun lalu. Pemerintah kata dia berkomitmen untuk membangun daerah secara menyeluruh dan terintegrasi sehingga hasilnya akan lebih dirasakan oleh masyarakat Bali.

“Ke depannya kita tidak boleh lagi membangun Bali ini secara parsial, karena kabupaten/kota yang ada di Bali ini memiliki daya dukung yang merupakan keunggulan masing-masing daerah itu sendiri. Inilah yang ingin kita garap sehingga dampaknya bersifat multi flier effect yaitu memecah kepadatan penduduk dan kemacetan disuatu wilayah ke daerah lainnya. Sehingga perputaran ekonomi menjadi merata dan dirasakan manfaatnya hingga ke pelosok desa,” bebernya yang akrab disapa Cok Ace.

Menurutnya, Bali dalam konsep Padma Bhuwana ini memiliki vibrasi sangat luar biasa memberi taksu pada setiap jengkal tanahnya, ini pun harus disadari dan dihormati yang menjadi motivasi dalam membangun Bali.

Cok Ace yang juga Ketua BPPD Bali ini menambahkan bahwa pembangunan pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan dan berbasis kerakyatan serta budaya Bali yang menjadi harapan bersama ini harus mendapat dukungan semua pihak. Upaya mensinergikan hal tersebut harus digelorakan setiap saat di masyarakat, sehingga menjadi budaya dan berdampak positif bagi para generasi muda yang akan menerima tongkat estafet pembangunan dan mewariskan Bali ke depannya.

Para peserta gathering banyak mengapresiasi kegiatan ini sebagai media komunikasi terbuka dan transparan antara pemerintah dengan industri. Dari pemaparan tentang Kearifan lokal Sad Kerthi dan nilai Tri Hita Karana merupakan tatanan harmonisasi kehidupan yang dilandasi kesucian, ketulusan, kepedulian dan pelestarian.

Gubernur Bali tentang Nangun Sat Kerthi Loka Bali, masyarakat semakin paham bahwa upaya yang dilakukan selama ini untuk menjaga Bali bersifat long term dan konsisten. Semoga Bali senantiasa menjadi rumah yang nyaman bagi masyarakatnya; kini dan nanti.(rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here