Kunjungan Konjen RRT ke Museum Pasifika, Dorong Minat Turis Tiongkok ke Bali

0
Kunjungan Konjen RRT ke Museum Pasifika, Dorong Minat Turis Tiongkok ke Bali
Foto : Kunjungan Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Mr. Gou Haodong (jas hitam) ke Museum Pasifika, Nusa Dua, Badung, Jumat (8/2).

Buletin Dewata, Badung.

Serangkaian perayaan Imlek, Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Mr.Gou Hao Dong, berkunjung ke Museum Pasifika di Nusa Dua, Bali, Jumat, (8/2). Sebelum bertugas di Bali, Mr.Gou Hao Dong sempat ditugaskan di sejumlah negara, diantaranya di Afrika, Australia dan Timur Tengah.

Suatu kehormatan tersendiri bagi pihak museum menerima kunjungan dari rombongan Konjen RRT kali ini. Mr.Gou Haodong ditemani Co-Founder Museum Pasifika, Mr.Philippe Augier, berkeliling ke 11 ruangan yang ada di Museum Pasifika. Museum Pasifika, yang dibuka untuk umum pada tanggal 8 Agustus 2016, sebagai wadah menampung karya-karya seni berkelas dunia dan berstandar internasional.Sebagai satunya-satunya Museum Seni Asia Pasifik terbesar saat ini di wilayah Asia Pasifik, yang memiliki koleksi lebih dari 600 karya seni (terutama koleksi berupa lukisan) dari 200 artis dari 25 negara.

Tak hanya menampilkan koleksi dari para seniman dari Eropa, juga memiliki koleksi dari pelukis-pelukis Cina, diantaranya adalah Chen Zhen (1955- 2000), Lin Feng Mian (1900-1991), Liu Qixiang (1901-1998), Zao Wou Ki (1920-2013). Bernard Buffet (pelukis Perancis) juga membuat beberapa lukisan bertemakan kebudayaan Cina diantaranya adalah lukisannya yang berjudul “La Temple de Lamas” yang dibuat di tahun 1995, juga lukisan “La Villa Camelia et le Fuji dan lukisan “la Couns de la Paix.Ketiga lukisan tersebut menjadi salah satu koleksi terbaru kebanggaan Museum Pasifika. Tak kalah membanggakan pula, di Museum Pasifika juga menampilkan karya-karya seni dari anak bangsa diantaranya (1917) karya Lempad (1862-1978), Raden Saleh (1811-1880), Affandi (1907- 1990), I Gusti Ketut Kobot.

Konjen RRT kali ini. Mr.Gou Haodong menilai bahwa Museum Pasifika sangat menarik karena menampilkan kesenian dari berbagai negara. Terlebih setelah mengetahui tentang latar belakang dipilihnya Bali sebagai lokasi berdirinya Museum Pasifika, dikarenakan Bali merupakan tempat bertemunya dua kebudayaan besar yaitu Asia dan Pasifik. Dari kunjungan kali pertama ini, diharapkan dapat membuka kesempatan kedua belah pihak untuk saling mengenal dan mempererat hubungan kedua pihak di masa depan.

Direktur Konstruksi dan Operasi ITDC, Ngurah Wirawan yang turut dalam mengatakan dampak dari kunjungan Konjen Tiongkok dapat menarik minat wisatawan Negeri Tirai Bambu ke Bali. “Kami berharap koleksi dan kehadiran museum ini bisa memberikan kontribusi kehadiran turis ke Nusa Dua. Konjen Gou Hao Dong juga menyampaikan akan mempromosikan museum ini kepada turis Tiongkok. Kami harap akan ada peningkatan kunjungan dari Tiongkok yang berkualitas ke Bali,” tuturnya.(rls/wid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here