PHRI Minta Aliran Air Siap Minum untuk Penuhi Kebutuhan Pariwisata Bali

PHRI Minta Aliran Air Siap Minum untuk Penuhi Kebutuhan Pariwisata Bali
Foto : Air siap minum di Singapura.

Buletin Dewata, Badung.

Pulau Bali tahun 2019 ini mendapat tantangan yang cukup tinggi untuk mencapai target kunjungan wisatawan asing sebanyak 7 juta turis dan khusus untuk Kabupaten Badung sebanyak 6,8 juta kunjungan. Target kunjungan tersebut sudah semestinya disesuaikan dengan fasilitas pendukung terutama sumber daya alam.

Pasalnya, ketersediaan sumber daya alam seperti air bersih merupakan hal penting dalam pengembangan industri pariwisata. Namun saat ini pasokan air bersih yang menjadi kebutuhan masyarakat dalam rumahtangga dan industri pariwisata ini sudah mulai terbatas. Hal tersebut yang menjadi salah satu perhatian Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung dan akan dibahas dalam rapat kerja cabang, Jumat (1/2) di Badung.

Ketua PHRI Badung, IGN Rai Suryawijaya mengatakan guna mendapatkan air bersih untuk mengakomodir industri pariwisata saat ini sedang dilakukan koordinasi di tingkat kabupaten/kota di Bali. Mengingat setiap tahunnya, Pulau Bali yang kecil itu didatangi oleh jutaan turis asing dan domestik. Apalagi ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan yang sangat mendesak dan kabarnya pasokan pun mulai menipis.

PHRI Minta Aliran Air Siap Minum untuk Penuhi Kebutuhan Pariwisata Bali
Foto : Ketua PHRI Badung, IGN Rai Suryawijaya.

Pihaknya mengupayakan agar nantinya Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) mampu menyediakan air langsung minum seperti disejumlah negara-negara maju. “Air bersih ini sedang dilakukan di tingkat kabupaten yang lain. Seperti di luar negeri bila perlu nanti air dari keran bisa langsung diminum. Itu yang kita inginkan. Makanya kita undang dari PDAM akan memberikan informasi kepada industri dan industri mendukung ini,” jelas Rai.

Pelaku industri pariwisata berharap, air bersih yang aman diminum tanpa harus dimasak itu nantinya dipatok dengan harga yang sesuai. “Yang penting airnya bersih, berkualitas dan harganya jangan terlalu mahal,” cetusnya.

Menurut Rai, tidak hanya tantangan air bersih yang dibahas dalam rapat kerja cabang PHRI Badung tahun ini. Namun ditanya terkait air bersih untuk hotel-hotel di Badung dikatakannya masih ada yang menggunakan air dari PDAM dan alternatif lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *