Ganti Sedotan Plastik, Wagub Bali Cok Ace Anjurkan Pemakaian Sedotan Organik Ramah Lingkungan

Ganti Sedotan Plastik, Wagub Bali Cok Ace Anjurkan Pemakaian Sedotan Organik Ramah Lingkungan
Foto : Ilustrasi sedotan bambu.

Buletin Dewata, Denpasar.

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati ( Cok Ace) meminta anggota Perhimpunan Hotel Restaurant Indonesia (PHRI) Bali untuk mulai menggunakan sedotan/straw dari bahan organik. Hal ini merupakan salah satu bentuk implementasi dari Peraturan Gubernur (Pergub) Khususnya Pergub No 97 Tahun 2018 tentang pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai.

Cok Ace menegaskan kepada setiap hotel dan restoran di Bali untuk memilih bahan sedotan yang ramah terhadap lingkungan. Apabila penggunaan sedotan dari bahan kertas dianggap lebih mahal yakni seharga Rp 500/biji ketimbang sedotan plastik, pelaku industri harus mulai mengambil langkah alternatif dengan cara mencoba bahan-bahan organik lainnya.”Cara ini yang harus kita pikirkan,Tapi kita yakin jika dilihat dari produknya (sedotan kertas) kemungkinan cost-nya tidak lebih dari Rp 100 per biji,” ujarnya usai membuka rapat kerja daerah (Rakerda) PHRI Bali di Bali Tourism Board, Denpasar, Sabtu (2/2).

Ganti Sedotan Plastik, Wagub Bali Cok Ace Anjurkan Pemakaian Sedotan Organik Ramah Lingkungan
Foto : Wagub Bali, Cok Ace saat Rakerda PHRI Bali di Bali Tourism Board (BTB), Renon, Denpasar, Sabtu (2/2).

Cok Ace pun menganjurkan untuk bahan-bahan organik, selain menggunakan sedotan bambu, memanfaatkan batang padi pun bisa menjadi langkah alternatif. Jika batang padi ini bisa dimanfaatkan sebagai straw, maka akan membawa efek positif terhadap para petani. Mengingat untuk di Bali tidak akan kesulitan mendapatkan batang padi, karena sebagian dari petani lokal ini masih tetap memilih menanam padi.

“Kita masih tertantang untuk mendapatkan hal-hal baru sekaligus memberikan peluang bagi para petani untuk mendapatkan nilai tambahan dari penjualan sedotan batang padi. Ini kelebihan kita jika bisa memanfaatkan produk pertanian menjadi straw,” tuturnya.

Pada Rakerda Rakerda IV PHRI Bali, Wagub Cok Ace yang didampingi oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali A A Gede Yuniartha Putra juga meminta agar PHRI dapat menyikapi serius trend wisatawan yang ada dan menyesuaikan dengan selera pasar. Dimana kedepannya diproyeksi wisatawan milenial yang akan memenuhi pasar, dimana wisatawan ini memiliki karakter gemar mencari pengalaman baru, wisata petualangan, eksplorasi dan perjalanan darat.(blt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *