Kaji Besaran Pungutan 10 USD Per Wisatawan, Pansus DPRD Bali Temui pihak Bandara Ngurah Rai

Kaji Besaran Pungutan 10 USD Per Wisatawan, Pansus DPRD Bali Temui pihak Bandara Ngurah Rai

Buletin Dewata, Badung.

Tim Pansus DPRD Bali melakukan kajian dan meminta masukan terkait Rancangan peraturan daerah (Ranperda) kontribusi wisatawan untuk pelestarian lingkungan alam dan budaya Bali. Hal tersebut dilakukan melalui pertemuan dengan jajaran direksi Angkasa Pura (AP) I, di Hotel Novotel, Bandara Ngurah Rai, Senin (21/1).

Pada perteuan tersebut, General Manager PT. Angkasa Pura I (Persero) Bandara I Gusti Ngurah Rai, Yanus Suprayogi sangat mendukung ranperda ini agar bisa dilaksanakan. Dikatakan, turis yang datang ke Bali pastinya akan menikmati budaya dan pariwisata Bali. Untuk melestarikan hal tersebut diakuinya memang memerlukan biaya yang sangat besar.

“Kita dari AP sangat mendukung sekali dilaksanakan, karena bagaimanapun di Bali ini turis datang tidak ada lain untuk menikmati budaya dan pariwisata Bali. Untuk melestarikan ini biayanya nggak kecil, ini besar biayanya. Kami mendukung sekali adanya kegiatan ini, kami harap ke depan tidak ada halangan apapun,” ucap Yanus.

Yanus juga memberikan saran terkait pelaksanaan retribusi wisatawan ini. Salah satunya agar retribusi tersebut dimasukkan dalam bea tiket para turis yang datang berkunjung ke Bali.

“Kami harap itu diberlakukan include sama tiket.Karena kalau include tiket ke Bali maka penumpang bisa membayar kontribusi dengan tanpa merasa berat,” tuturnya.

Namun demikian, pihak AP I menilai besaran dari pungutan tersebut masih dirasa cukup tinggi dan diharapkan agar bisa dilakukan bertahap atau dalam artian bisa diterapkan dari berasan yang kecil dan disesuaikan di tahun-tahun berikutnya. Mengingat sistem pungutan ini baru pertama kali akan dilakukan, bahkan ini menjadi yang pertama di Indonesia.

Sementara itu, Ketua Pansus Ranperda Kontribusi Wisatawan, I Ketut Suwandhi mengatakan dari hasil survey kajian Universitas Udayana (Unud) sebanyak 60 persen wisatawan manca negara (wisman) setuju dikenakan pungutan tersebut, bahkan sampai 15 dolar. Namun sebaliknya, dari wisatawan domestik sebanyak 60 persen dari hasil survei menyatakan tidak setuju dikenakan pungutan.

Suwandi menyebut pihaknya juga akan mempertimbangkan soal besaran nilai USD 10 yang bakal dikenakan ke wisatawan. Dia tak menampik bakal melakukan studi banding ke negara yang telah menerapkan sistem retribusi seperti ini.

“Mengenai masukan Angkasa Pura jangan USD 10, semetara ini di rancangan USD 10. Itu akan kami kaji lebih lanjut dan kami juga akan cari pembanding di tempat-tempat lain untuk suksesnya ranperda ini.Kita akan melihat dulu ke negara-negara yang mengenakan kontribusi seperti ini, kira-kira mana yang cocok untuk itu,” imbuh Suwandhi.

Dalam kunjungan kerja tersebut, turut hadir seluruh anggota pansus, kepala Dinas Pariwisata Bali, Dinas Perhubungan dan manajemen PT API I.(blt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *