PHRI Bali Dukung Pemerintah dalam Capaian dan Problematika Pembangunan Ekonomi Nasional

0
PHRI Bali Dukung Pemerintah dalam Capaian dan Problematika Pembangunan Ekonomi Nasional
Foto : Diskusi publik dengan tema Pembangunan Ekonomi Nasional Capaian dan Problematika, digelar Mandiri Djaya di Hotel Sense Sunset Seminyak-Bali, Sabtu (1/12).

Buletin Dewata, Badung.

Menyikapi problematika yang muncul dari dampak pengaruh global dan sistem ekonomi terbuka, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali tetap komit mendukung pemerintah membangun ekonomi nasional untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Demikian terungkap dalam diskusi publik bertema Pembangunan Ekonomi Nasional, Capaian dan Problematika yang di selenggarakan oleh Mandiri Djaya di Hotel Sense Sunset Seminyak Bali, Sabtu (1/12).

Direktur Eksekutif Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, Ida Bagus Purwa Sidemen, M.Si, mengatakan PHRI sangat mendukung kebijakan pemerintah dalam meningkatkan pembangunan ekonomi nasional yang sejalan dengan program kegiatan PHRI untuk meningkatkan kemajuan sektor pariwisata terutama di pulau Bali. Sebagai tempat tujuan wisata, Provinsi Bali menyumbang 40 persen atau sekitar 8 Miliar USD devisa negara yang diperoleh dari sektor pariwisata. Hingga Oktober 2018 total kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 4,1 Juta dari target kunjungan wisman sebesar 6,5 juta ke Bali. Adapun wisman terbanyak tersebut berasal dari Tiongkok.

Dikatakan, orientasi masyarakat di Bali telah berubah dari semula merupakan masyarakat agraris dengan mata pencaharian sebagai petani menjadi masyarakat pelaku wisata. Saat ini hampir semua wilayah di Bali melakukan pembangunan yang berorientasi pada sektor wisata. Demi mendukung kepariwisataan Bali kedepan, PHRI Bali mengharapkan adanya sinergi dan kerjasama dari berbagai sektor meliputi pertanian, perikanan, peternakan dan yang lainnya.

“Nah kaitannya dengan pembangunan untuk keberlanjutan kedepan kami mengharapkan adanya asinergi maupun kerjasama dengan industri lainnya seperti pertanian perikanan peternakan dan sebagainya, sehingga memunculkan satu sinergi yang sama sama memberikan keuntungan yang ujungnya adalah kesejahteraan bagi masyarakat kita. Yang mana keagungan pariwisata budaya yang menjadi ikon pariwisata Bali saat ini berasal dari dunia pertanian,” ujar Purwa.

Sementara itu, Dr. Panutan S. Sulendrakusuma dari Lemhanas RI menyampaikan untuk capaian saat ini data statistik menunjukkan dalam kurun waktu 4 tahun ( 2014 sampai 2018) pertumbuhan ekonomi di Indonesia masih stabil dan cenderung lebih meningkat. Diakui memang problematika tercipta karena dua hal, yaitu kondisi global yang mau tidak mau terpengaruh karena sistem ekonomi terbuka. Kedua karena Indonesia memiliki keragaman geografi, suku, dan persoalan yang dihadapi. Untuk mewujudkan pencapaian pembangunan ekonomi nasional maka pemerintah berupaya mengatasi problematika tersebut.

“Jadi menurut saya memang problematika itu tetap ada tetapi apa yang dilakukan pemerintah sekarang memang secara sungguh-sungguh, serius mengatasi problem-problem itu. Contohnya adalah masalah devisit infrastruktur, kita kan sedang genjot sekarang dan rencananya untuk tahap berikutnya akan dilakukan investasi dan human capital. Jadi yang sekarang konsentraainya di infestasi infrastruktur nanti ke arah human capital,” pungkasnya.

Diskusi publik ini menghadirkan pula 2 orang narasumber lainnya yaitu Azka Subhan dari Bank Indonesia Bali dan Profesor I Wayan Windia dari Unud. Dari masukan – masukan pendapat dan pemahaman lengkap yang diberikan para narasumber diskusi ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pencapaian pembangunan nasional guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(rls/blt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here