Gathering Bali Villa Association (BVA) ke-4 Tahun 2018, Tingkatkan Kualitas Pariwisata

Gathering Bali Villa Association (BVA) ke-4 Tahun 2018, Tingkatkan Kualitas Pariwisata
Foto : Gathering Bali Villa Association (BVA) ke-4 Tahun 2018.

Buletin Dewata, Badung.

BVA (Bali Villa Association) kembali mengadakan acara Gathering yang ke empat di tahun 2018. Gathering dihadiri oleh 100 Peserta baik GM maupun Villa Manager yang merupakan anggota dari Bali Villa Association diadakan di Hotel Adhi Jaya Hotel, Sunset Road, Kuta, Kamis (29/11).

Gathering BVA kali ini dikemas dengan acara diskusi untuk memberikan update knowledge kepada seluruh anggota BVA dengan menghadirkan tiga orang pembicara. Ketiga pembicara pakar tersebut adalah Senior Country Director Agoda International Indonesia, Gede Gunawan yang membawakan tema “Indonesian Millenials in Indonesia Travel Industry “. Pembicara kedua yaitu Director of Global Hospitality Expert, Fransiska Handoko dengan topik “Risk Mitigation For Hospitality” dan di tutup pembicara ketiga, Putu Gede Hendrawan selaku General Manager of Ziva a Boutique Villa dan sekaligus Ketua BVA Chapter Badung dengan judul materi “Badung Outlook”.

I Gede Sukarta selaku Chairman BVA dalam sambutannya menyampaikan bahwa Quality adalah komponen yang terpenting dalam mencapai kepuasan tamu. Ia menghimbah member BVA untuk menjadikan Quality sebagai prioritas utama dalam pelayanan. Quality yang dimaksud adalah bagaimana setiap property memberikan perhatian khusus terhadap standar kualitas baik pada produk, pelayanan dan pengelolaan. Kualitas ini akan memberikan kenyamanan dan kepuasan pada pelanggan. “Ketika wisatawan puas maka loyalitas pun akan terbentuk bahkan keinginan untuk membayar lebih pun bisa mereka berikan,” ujarnya.

Gathering BVA ini juga sebagai ajang silahturahmi antara anggota BVA dan juga ruang untuk saling mengisi pengetahuan tentang hal-hal yang terjadi pada dunia saat ini seperti pengaruh pasar millenial secara global serta antisipasi terhadap resiko mitigasi atau bencana. Selaku ketua BVA, Gede Sukarta pun sangat mengapresiasi respon dari para member BVA terhadap acara gathering yang dilakukan hampir setiap tiga bulan sekali.

Gede Gunawan, dalam makalahnya menyampaikan bahwa Indonesian Millennials memiliki pengertian yang positif dan negatif, yang mana dijelaskan bahwa di abad terdahulu Millenials sudah muncul tetapi lebih memiliki sifat yang disiplin, dan sedangkan Millenials saat ini cenderung mewajarkan sebuah ketidakdisiplinan tersebut. Selain itu Indonesian Millenials adalah mereka yang datang dari Urban Middle Class yang memiliki rata – rata spends $5 – $20 percapita / hari dan merupakan kelompok yang termasuk memiliki edukasi, pemikiran yang global dan memiliki sifat pemilih dengan berbagai hal – hal yang baru yang terjadi di dunia Millenials saat ini.

Topik yang kedua mengenai Risk Mitigation, yang dipaparkan oleh Fransiska Handoko, membahas strategy management resiko yang efektif dan sangat penting di industry perhotelan. Adapun hal-hal yang terpenting dalam menangani sebuah resiko adalah dengan mengidentifikasi, menganalisis, mengontrol sebuah resiko hingga bisa meminimalkan penyebab terjadinya resiko tersebut, agar menjadi proses yang berkesinambungan. Resiko sering terjadi dari berbagai sumber seperti gangguan keuangan, masalah hukum, kecelakaan kerja, bencana alam, hingga pelanggaran keamanan. “Hal yang terpenting mencegah resiko adalah dengan melakukan tinjauan secara berkala yaitu setiap setahu sekali,” jelas Siska.

Acara gathering ditutup dengan pembicara Putu Gede Hendrawan yang menyampaikan pembagian Badung Utara, Tengah dan Selatan beserta karakteristik dan target pembangunannya. Hendrawan juga menegaskan bahwa Badung sebagai barometer pariwisata Bali, yang menjadi pintu masuknya wisatawan yang datang ke Bali. BVA Chapter Badung siap akan menjadi mitra pemerintah Badung dalam mengembangkan 5 desa wisata di Kabupaten Badung seperti Desa Wisata Sangeh, Carangsari, Bongkasa Pertiwi, Mengwi dan Panglan. “Diharapkan dengan adanya sharing informasi seperti ini pemahaman tentang pembangunan Badung bisa menjadi lebih merata antara Badung Selatan dengan Badung Utara dan Tengah,” paparnya.

Dalam acara gathering kali ini, BVA kembali melakukan suatu terobosan dalam menghadapi era teknologi informasi yang semakin pesat. BVA meluncurkan website dengan domain www.balivillaassociation.com yang dirancang untuk mendukung website resmi dari para anggota asosiasi (brand.com). Hal ini untuk meningkatkan share terhadap direct booking dan tentunya menjadi salah satu andalan para member asosiasi dalam mengurangi dominasi distribusi pihak ketiga.

Tiga hal yang akan menjadi kunci sukses website dari Bali Villa Association ini adalah Your truly website partner : control as easy as your website, Trustworthy: hassle free, dan Grow together with the organization: on one mission to create quality Bali tourism. “Dapat dikatakan bahwa nantinya www.balivillaassociation.com adalah jalur distribusi online terbaik untuk para anggota Bali Villa Association,” ungkap Angga Adiguna selaku Wakil Bidang Pemasaran BVA. (rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *