Libur Akhir Tahun Kunjungan Wisatawan Nusantara ke Bali Diprediksi Melonjak

Libur Akhir Tahun Kunjungan Wisatawan Nusantara ke Bali Diprediksi Melonjak
Foto : Wisatawan di Terminal Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.
Buletin Dewata, Denpasar.
Potensi kedatangan wisatawan nusantara (wisnus) ke Pulau Dewata saat libur akhir tahun 2018 dan Tahun Baru 2019 mendatang diperkirakan akan cukup tinggi. Pasalnya, pulau ini masih menjadi destinasi utama turis domestik dari berbagai kota di Indonesia untuk menikmati libur pergantian tahun seperti tahun-tahun sebelumnya. Tenaga Ahli Menteri Bidang Pemasaran dan Kerjasama Pariwisata Kementerian Pariwisata RI, I Gde Pitana di Sanur, Denpasar, mengungkapkan bahwa Bali siap untuk menyambut wisatawan saat peak season atau puncak musim liburan periode pertengahan Desember 2018 hingga Januari tahun 2019. “Bali siap untuk peak season karena itu sudah berlangsung setiap tahun dan ini juga sudah ditunggu-tunggu oleh industri,” ucapnya.
Menurut Pitana, masa peak season di Bali yakni pada periode akhir Juni sampai Agustus. Selanjutnya akan menghadapi periode low season atau musim sepi kunjungan wisatawan. Kemudian peak season akan terjadi pada periode pertengahan Desember hingga pertengahan Januari diawal tahun. “Setelah itu, Februari, Maret akan sepi tapi  kita termasuk syukur karena Bali pasarnya  memiliki musim berbeda, musim panas di utara, dingin di selatan. Musim dingin di utara, panas di selatan. Baik yang summer season dan winter season datang, itu untungnya,” beber Pitana.
Disamping market mancanegara, pariwisata Bali juga mempunyai pasar Nusantara yang cukup tinggi. “Betapa banyaknya orang-orang dari berbagai kota di Indonesia berkunjung ke Bali sekarang,” cetusnya.
Namun dikatakan Pitana, tren kedatangan turis Nusantara ke Bali ini mulai berubah tidak seperti dahulu. Dimana awalnya pola berwisata wisnus ke Bali menggunakan kendaraan pribadi, tidur di losmen, sewa satu kamar untuk sekeluarga yang terdiri dari 5-6 orang per kamar. Tetapi sekarang cara berwisata wisnus sudah mulai berkelas yakni datang menggunakan pesawat, tidur di hotel berbintang. “Sekarang tren itu sudah berubah karena pertumbuhan ekonomi, transportasi dan media sosial. Begitu melihat ada spot yang bagus di Bali melalui medsos, ingin datang. Ini disebut ekonomi gengsi,” katanya.
Tahun ini kata Pitana, diharapkan kedatangan wisnus ke Bali tumbuh 5 persen dari tahun 2017 yang mencapai 8 juta wisnus. Sedangkan untuk wisatawan mancanegara tahun ini pihaknya menargetkan sebanyak 7 juta kunjungan ke Bali. “Saya kira untuk Bali kunjungan wisatawan mancanegara 6,5 juta tercapai. Itu kita bicara jika tidak ada sesuatu,” sebut Pitana.
Sementara untuk tahun 2019 mendatang pihaknya optimis akan terjadi pertumbuhan kedatangan turis asing mengingat banyaknya permintaan penerbangan langsung dari luar negeri ke Tanah Air terutama dari Negara Korea, Timur Tengah dan negara lainnya.
Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali, Ida Bagus Agung Partha Adnyana menyatakan persiapan puncak musim liburan akhir tahun ini diharapkan dapat berlangsung seperti tahun-tahun sebelumnya. “Tahun lalu domestik masih bagus. Kita peak season mulai pertengahan Desember dan diperkirakan juga kedatangan turis Tiongkok akan bagus. Masih lebih bagus tahun ini kalau tidak ada bencana. Mungkin tahun ini, yang akan liburan ke Lombok akan beralih ke Bali karena kondisi di sana,” imbuhnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *