Indonesia Tourism Outlook 2019 Bahas Langkah Terbaru Pemasaran Pariwisata Indonesia Berkelanjutan

Indonesia-tourism-Outlook-2019-Bahas-Langkah-Terbaru-Pemasaran-Pariwisata-Indonesia-Berkelanjutan.jpg
Foto : Prof Dr I Gde Pitana (tengah) selaku staff ahli bidang pemasaran Kementerian Pariwisata, saat wawancara dengan media.

Buletin Dewata, Badung.

Estepers sebagai forum dari alumni Sekolah Pariwisata Bali (STP) kembali menggelar Indonesia Tourism Outlook 2019 sebagai acara yang berkelanjutan sejak dibentuk pada tahun 2016. Kegiatan yang bertujuan membangun pariwisata melalui diskusi tentang terobosan yang akan dilakukan bersama-sama oleh pemerintah dan pelaku pariwisata digelar di Ayodya Bali Hotel, Jumat, (23/11).

“Tujuan dari seminar ini adalah untuk memberikan sumbangsih kepada industri pariwisata di Indonesia yang dituangkan ke dalam sebuah wadah dan event dalam bentuk seminar yang menyajikan informasi, data dan gambaran terkini dan masa datang tentang perkembangan industri pariwisata. Selain menjajaki peluang dan tantangan pariwisata pada 2019, pertemuan ini juga meyakinkan pelaku pariwisata untuk lebih percaya diri dalam menghadapi berbagai perubahan yang akan terjadi di tahun mendatang,” ujar Ketua Indonesia Tourism Outlook 2019, I Made Ramia Adnyana didampingi Ketua Umum Estepers I Nyoman Sukadana.

Indonesia Tourism Outlook 2019 dibuka Prof. Dr. I Gde Pitana selaku staff ahli dalam bidang pemasaran dan kerjasama Kementerian Pariwisata. Selanjutnya, Pitana menyampaikan paparan dengan topik pengembangan pariwisata berkelanjutan di Indonesia. Dilanjutkan dengan Hariyadi Sukamdani yang merupakan Ketua PHRI Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia, dengan topik kesiapan sektor industri tentang pariwisata berkelanjutan di Indonesia.

Sebagai salah satu maskapai besar di dunia, Senior Vice President of Sales and Marketing of Singapore Airlines, Campbell Wilson menyajikan pendekatan canggih untuk memasarkan dan mengoperasikan pengalaman pariwisata berkelanjutan dari perspektif maskapai penerbangan. Hal ini disampaikan dalam upaya untuk mengembangkan pariwisata dunia tidak dapat dipisahkan dari hubungan antara negara.

Indonesia Tourism Outlook 2019 juga memberikan sesi diskusi yang dipandu Peter Simone, Chief of Party USAID Tourism of All. Pada sesi kedua diskusi menampilkan Prof. Rhenald Kasali, Ph.D, selaku Direktur Pasca Sarjana Universitas Indonesia dengan presentasinya tentang strategi pariwisata untuk memenangkan revolusi VUCA dunia dan industri. Bincang-bincang semakin menarik dengan kehadiran pengamat ekonomi Indonesia, Faisal Basri yang berbagi dan memberikan lebih banyak masukan tentang ekonomi makro untuk industri pariwisata.

Mengangkat topik diskusi Praktik Pariwisata Berkelanjutan di Asia Pasifik, Tourism Tourism Outlook 2019 dilaksanakan dalam 1 hari penuh dengan disertai pameran pariwisata yang dikuti berbagai industri hotel, agen perjalanan dan usaha pendukung pariwisata lainnya di Indonesia.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *