Berbagai Hal Perlu Diperhatikan Ketika Bali Promosi Pariwisata

0
Berbagai Hal Perlu Diperhatikan Ketika Promosi Pariwisata
Foto : Wisman mengujungi obyek wisata Taman Nusa, di Gianyar-Bali.

Buletin Dewata, Badung.

Meski pariwisata Bali telah dikenal dikanca internasional sebagai salah satu destinasi populer dan tingkat kunjungan turis mancanegara pun tiap tahunnya mengalami kenaikan berkisar 20 persen, namun berbagai pihak meyakini industri pariwisata Bali tetap harus menggunakan strategi dan taktik promosi. Sehingga pariwisata Bali semakin dikenal dan wisatawan pun tidak berpaling ke destinasi lain.

Menurut pengamat pariwisata, Mangku Made Sulasa Jaya ada beberapa hal yang diperlukan agar Bali tetap eksis di dunia pariwisata diantaranya image positioning atau dengan mewujudkan dan menetapkan informasi yang akan disebarkan.

Image positioning untuk suatu destinasi tidak bisa dilakukan tanpa peran pemerintah. Misalnya membenahi dan menjual rural area di Badung Utara sebagai destinasi pariwisata budaya yang memiliki fasilitas internasional dan akrab dengan alam atau green tourism.

Kemudian kata Sulasa beberapa waktu lalu di Denpasar, menyebarkan informasi destinasi atau promosi secara online yang akan menjangkau segala lapis pasar tanpa memandang kaya miskin, mengingat semua orang sudah menyentuh teknologi dalam kesehariannya. Meski telah dikenal namun tetap memperluas promosi untuk mendapatkan pelanggan baru.

Dalam hal ini tidak hanya berpromosi pada pasar asal wisatawan yang sudah datang, juga ke pasar-pasar baru. “Disamping memperkenalkan produk lebih kreatif dan mendalam. Yang dimaksud dengan lebih mendalam contohnya informasi bukan saja tentang makanan yang dihidangkan dihadapan tamu saja. Namun dari mana asal bahan makanan itu,” tambah Sulasa.

Selanjutnya yang diperlukan dikatakannya adalah menjaga kesetiaan pasar. Berpromosi bukan saja untuk meningkatkan transaksi, disamping itu juga menguatkan relasi antar manusia dengan meningkatkan komunikasi post-sales mission dan menjaga stabilitas harga. “Oleh sebab itu berpromosi tidak cukup hanya melalui online saja. Ada kebutuhan akan sentuhan hubungan antar manusia untuk menjalin relasi yang berkelanjutan,” imbuhnya.

Menurut Sulasa, dalam promosi pariwisata hendaknya membedakan produk/destinasi dengan yang lain. Materi promosi itu menjadi efektif bilamana mempertimbangkan hasil analisa persaingan dengan destinasi pesaing, sehingga dapat ditekankan apa kelebihan Bali.

Selain itu juga membentuk isu menarik, di dalam meningkatkan relasi harus ada isu-isu yang mengikat pasar. Selanjutkan kata Sulasa mengubah tingkah laku/perilaku pasar. “Untuk mengubah tingkah laku pasar perlu disiapkan destinasi atau daya tarik baru untuk dipromosikan. Demikian pula cara-cara baru menyampaikan daya tarik yang sama dari sudat pandang berbeda,” imbuhnya.

Cara berikutnya adalah menjaga core of business sebagai pariwisata budaya berkualitas. Menjaga dan mengembangkan core of business menjadi sangat penting oleh pihak eksekutif sebagai penentu kebijakan. Salah satunya seperti kebijakan Gubernur Bali baru-baru ini tentang penguatan adat budaya Bali yang harus didukung bersama. Menurutnya, Bali juga membutuhkan kebijakan bangunan berarsitektur lengkap dengan tata ruang Bali.

“Tentunya banyak hal yang masih perlu ditangkap sebagai pembelajaran kedepan yang lebih baik. marilah kita ciptakan wacana-wacana yang sejuk dalam membangun pariwisata Bali,” ujarnya.(blt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here