BPPD Badung Undang 6 Jurnalis Hungaria Promosikan Pariwisata Badung

0
BPPD Badung Undang 6 Jurnalis Hungaria Promosikan Pariwisata Badung
Foto : BPPD Badung Undang 6 Jurnalis Hungaria Promosikan Pariwisata Badung, Selasa (30/10).

Buletin Dewata, Badung.

Advertising dalam dunia promosi dapat dilakukan dengan berbagai cara salah satunya adalah mengundang media dari pasar yang disasar untuk memberitakan tentang daya tarik dan fasilitas pariwisata dan juga kuliner. Hal ini sekaligus sebagai upaya menunjukkan budaya keramah tamahan dan komitmen pemerintah daerah dalam membangun promosi pariwisatanya serta hubungan baik antar negara.

Sebagai tindak lanjut kunjungan sales mission ke Hungaria dan Spanyol bulan lalu, KBRI Budapest di Hungaria memenuhi janjinya memenuhi keinginan BPPD Badung agar Bali dan Badung pada khususnya lebih diperkenalkan lagi di Hungaria.

Menyikapi hal tersebut, pada Rabu (30/10), Pelaksana Fungsi Bidang Pendidikan Sosial Politik (PF Pensosbud) KBRI Budapest, Titania Arimbi mendampingi para jurnalis dari tiga media Nasional di Hungaria, yaitu HIR TV, TV6 Hongaria dan Kiss Film Studio mengunjungi daerah-daerah wisata di Badung dan sekitarnya.
“Promosi wisata melalui media elektronik masih sangat penting, karena karekteristik masyarakat eropa yang pada umumnya tidak terlalu sering menggunakan Gadget, maka TV merupakan media tepat untuk menpromosikan Indonesia di Hungaria” ujar Titania disela-sela kunjungan.

Para jurnalis tampak senang dengan kunjungan mereka ke Bali, Matsuzaki Diana, salah seorang jurnalis di HiR TV menyampaikan kekagumannya akan pantai pandawa yang berpasir putih dengan garis pantai yang panjang. Hal tersebut merupakan sesuatu yang tidak mereka miliki di Hongaria .Sementara itu, Geszty Gloria, seorang presenter kawakan asal TV6 menyampaikan kekagumannya atas keramahtamahan masyarakat Bali yang jarang sekali ditemukan di Eropa.

Dengan kawalan dari BPPD Badung dan staf Disparda Badung, para jurnalis Hungaria dibawa mengunjungi pantai Pandawa, makan siang di GWK, nonton kecak dan makan malam di Wana Resto Uluwatu.

Lebih jauh, Titania Arimbi menerangkan Hungaria adalah negara yang terkenal dengan dunia pariwisatanya, negara berpenduduk 10 juta ini sering berwisata keluar negeri tiap tahunnya. Untuk Indonesia sendiri, jumlah kunjungan wisatawan Hungaria ke Indonesia tercatat meningkat dari sekitar 7000 orang pada 2016 menjadi sekitar 10.000 orang pada 2017. Dengan potensi yang begitu besar, tepat rasanya bila memfokuskan promosi pada Hungaria. “Dengan kedatangan Jurnalis ini, kita berharap Bali semakin dikenal sebagai pariwisata yang memiliki budaya hidup yang sangat unik dan otentik,” imbuhnya.

Kompiang Aya seorang pramuwisata senior yang juga anggota BPPD Badung, saat mendampingi para jurnalis Hungaria turut menyampaikan tentang bagaimana munculnya taksu Bali. “Kalau masyarakat Hindu di India memilih Yoga dan meditasi sebagai pembelajaran untuk meraih kehidupan bahagia di dunia, maka masyarakat Bali memilih melakukan korban suci, dimana waktu dan tenaga dikorbankan dengan tulus iklas dan rasa bakti menyiapkan upacara dan upakara yadnya sendiri, sebagai refleksi diri dalam pembelajaran untuk meraih hidup bahagia,”  tuturnya.

Ditambahkan, walaupun konsep taksu ini sudah mulai dilupakan mengingat akan kebutuhan hidup yang berbeda di jaman global ini, namun diharapkan nilai – nilai universal budaya tersebut akan terus dipertahankan dengan melakukan pemahaman yang lebih mendalam tentang kekayaan budaya sendiri. “Semoga kedepan Bali akan lebih dikenal dan dihormati dunia karena kedalaman budaya yang unik dan otentik ini,” imbuh Kompiang Aya.(rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here