Soal Pariwisata Bali di Jual Murah, Wagub Cok Ace Gandeng Semua Pihak Bersinergi

Soal Pariwisata Bali di Jual Murah, Wagub Cok Ace Gandeng Semua Pihak Bersinergi
Foto : Focus Group Discussion (FGD) bersama Industri Pariwisata Badung dengan tema “Road to Quality Tourism” di Hotel Trans, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung, Selasa (23/10).

Buletin Dewata, Badung.

Beredar isu pariwisata Bali yang dijual murah di Tiongkok membuat citra pariwisata Bali menjadi “murahan”. Semua pihak diharapkan bisa bersinergi agar persoalan tersebut bisa terselesaikan dan tidak terulang kembali. Demikian disampaikan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) dalam acara Focus Group Discussion (FGD) bersama Industri Pariwisata Badung dengan tema “Road to Quality Tourism” di Hotel Trans, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung, Selasa (23/10).

Wagub Bali Cok Ace mengajak semua pemangku kebijakan bersinergi menyelesaikan persoalan pariwisata Bali yang dijual murah di Tiongkok agar tidak sampai terulang kembali. Dikatakan Cok Ace, saat ini baik pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten sudah mengambil tindakan dengan melakukan pemeriksaan langsung ke toko-toko yang di curigai melakukan tindakan curang. Apabila ketahuan melakukan kecurangan maka akan langsung ditindak tegas baik pencabutan ijin maupun penutupan usahanya.

“Beberapa hari lalu Saya sudah turun langsung untuk pengecekan ke lapangan mendatangi beberapa toko. Dari hasil pengecekan tersebut ada yang mencurigakan, dimana ada pekerja asing, produk yang dijual juga tidak mencerminkan Bali bahkan kebanyakan yang dijual merupakan barang import. Kita semua harus bertanggungjawab, kita tidak ingin Bali dijual murah, semua pihak harus bersinergi bergandengan tangan,” terang Cok Ace.

Ditambahkan, wisatawan Tiongkok yang ke Bali dipaksa untuk belanja di sejumlah toko yang diduga mempekerjakan tenaga kerja asing asal Tiongkok tanpa ijin, hal ini tentu saja merugikan pariwisata Bali. Terlebih sistem pembayaran dicurigai memakai system perbankan dari Tiongkok sehingga tidak ada sepeser pun yang didapat oleh Bali. “Hal ini semakin merugikan bisnis pariwisata, karena Bali hanya mendapatkan sampahnya saja. Kita harus selektif mendatangkan wisatawan ke Bali, karena dengan kejadian ini sangat merugikan citra pariwisata Bali, apalagi wisatawan asal Tiongkok mendominasi angka kunjungan wisatawan ke Bali,” imbuh Cok Ace.

Acara Focus Group Discussion (FGD) bersama Industri Pariwisata Badung turut dihadiri Wakil Bupati Badung I Ketut Suyasa, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Badung I Gst Agung Ngurah Rai Suryawijaya, Kadisparda Badung I Made Badra, Perwakilan dari Dinas Periwisata Provinsi Bali, Camat Kuta Utara serta Lurah Kerobokan Kelod.

Pada kesempatan ini, Wakil Bupati Badung I Ketut Suyasa turut mengajak para peserta FGD untuk fokus pada masalah yang tengah berkembang saat ini yakni pariwisata Bali yang dijual murah. Menurutnya pariwisata Bali yang dijual secara murah diibaratkan seperti sebuah penjajahan yang sangat berbahaya. Semua pemangku pariwisata hendaknya bersinergi dan mencari solusi terkait permasalah ini demi pariwisata Bali yang berkulaitas. “Kita harus tegas, jangan sampai hal ini dibiarkan. Saya harap akan ada hasil rekomendasi untuk segera kita tindaklanjuti,” ungkapnya.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *