Cok Ace Segera Tata Pariwisata Bali dengan Sistem Cluster
Foto : Wakil Gubernur terpilih periode 2018-2023, Tjokorda Artha Ardana Sukawati (kanan) di dampingi Ketua Relawan Pariwisata Bali, IGN. Rai Suryawijaya, saat acara syukuran relawan pariwisata Bali di Royal Pita Maha Resort, Ubud, Selasa (11/7).

Buletin Dewata, Gianyar.

Wakil Gubernur Bali terpilih periode 2018-2023 Tjokorda Artha Ardhana Sukawati atau yang akrab disapa Cok Ace berkomitmen akan menata pariwisata Bali menggunakan sistem cluster atau cara pengelompokan. Hal tersebut dipertegas Cok Ace, saat para relawan pariwisata Bali menggelar syukuran atas terpilihnya Gubernur dan Wakil Gubernur Bali,  Wayan Koster – Cok Ace, di Royal Pita Maha Resort, Ubud, Rabu (11/7) malam. Ratusan pegiat serta pengurus asosiasi pariwisata Bali hadir dalam kesempatan itu.

Cok Ace menyampaikan, terkait penataan pariwisata, Bali akan dibagi menjadi 4 cluster yakni barat, timur, utara dan selatan. Hal itu untuk lebih menonjolkan karakteristik maupun potensi pariwisata yang dimiliki masing-masing kabupaten/kota di Provinsi Bali.

“Katakanlah cluster di barat itu Tabanan yang memiliki potensi luar biasa dengan Jati Luwihnya. Ini akan kita tonjolkan sebagai ikon, daya tarik Tabanan kedepan, meskipun sudah punya Tanah Lot yang sudah hidup,” katanya saat syukuran dan malam apresiasi bersama pelaku pariwisata Bali di Ubud, Gianyar, Rabu (11/7).

Sedangkan Bali untuk cluster utara dirasa sangat cocok sebagai wilayah konservasi alam. Dilanjutkan dengan daerah Bangli yang telah mengajukan potensi geopark sebagai ikonnya. Dengan demikian menurut Cok Ace, sistem cluster dapat menjadikan desa wisata akan tumbuh dengan sendirinya. “Untuk Buleleng nanti kita diskusikan lagi begitu juga Karangasem. Kalau Gianyar yang berada di tengah dan Klungkung terdapat seni dan budayanya. Sedangkan di selatan, Badung dengan Denpasar sudah ada pariwisata yang berkembang seperti sekarang,” paparnya.

Lebih lanjut Cok Ace, menerangkan jika sistem cluster ini bisa dikembangkan dengan menonjolkan karakteristik di wilayah tersebut, maka diyakini potensi setiap daerah di Bali akan menjadi hal yang menarik bagi wisatawan. Pihaknya pun akan mengundang masing-masing pemerintah kabupaten/kota di Bali untuk membuat blue print terkait cluster tersebut.

Selain itu menyinggung, rencana pembangunan bandara di Bali utara akan tetap menjadi perhatian, akan tetapi Cok Ace menilai hal yang sangat mendesak untuk saat ini adalah menyangkut pengembangan dan perluasan fasilitas Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. “Karena sekarang sudah terlanjur terbangun hotel yang begitu banyak. Kalau membangun bandara di Bali utara itu paling tidak perlu waktu selama 5 tahun. Nanti secara serentak bersamaan dengan perencanaan bandara di Bali utara kita akan membuat aksesibilitasnya, misalnya shortcut ke utara. Itu akan pararel kita bangun,” jelas mantan Bupati Gianyar ini.

Menanggapi rencana Wakil Gubernur Bali terpilih itu, Ketua Relawan Pariwisata Bali, IGN Rai Suryawijaya pun menyambut gembira terkait sistem cluster tersebut. “Itulah cara untuk mengelola pariwisata Bali,” cetusnya

Sebab kata dia, Pulau Bali yang kecil ini memiliki keindahan alam luar biasa. Rai pun menceritakan dahulu pernah ada sistem penataan seperti itu di Bali misalnya Blue Tour. Di kawasan Blue Tour, wisatawan dapat melihat sesuatu yang ditonjolkan di kawasan itu. Kemudian Green Tour dan Temple Tour, maka hal tersebut perlu dibangkitkan kembali karena akan meningkatkan lama tinggal wisatawan di Bali.

Bahkan diakui Rai, dengan sistem cluster ini akan mendorong pemerataan pariwisata Bali kedepan, asalkan tersedia jalan pintas atau shortcut sebagai penghubung antara Bali utara, barat, selatan dan timur. “Apalagi sekarang keinginan (pemimpin Bali terpilih) untuk one island management ini dikelola sangat profesional dan luar biasa. Nanti pun kita akan lihat dampaknya yang sangat bagus,” pungkasnya.(blt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here