Paket Tur Outbound Tambah Peluang Bisnis Travel Agent Bali

Paket Tur Outbound Tambah Peluang Bisnis Travel Agent Bali

Buletindewata.com, Denpasar.

Seiring dengan perkembangan teknologi yang menyediakan beragam informasi untuk masyarakat di penjuru dunia berdampak pada bisnis usaha biro perjalanan wisata. Sejak terjadi transformasi digital, para wisatawan dari berbagai belahan negara di dunia turut mengalami perubahan pola berwisata dari pola konvensional menjadi online.

Direktur PT Sari Gumi Bali Tours, Komang Takuaki Banuartha saat ditemui di Badung, menuturkan sejak 3 tahun tren berwisata dikalangan turis mancanegara ke Bali mulai berubah. Dimana awalnya perjalanan wisata yang dilakukan menggunakan jasa biro perjalanan wisata atau travel agent. Namun akhir-akhir ini karena mudahnya mendapatkan informasi terkait destinasi yang akan dikunjungi melalui media internet, sejumlah wisatawan pun melakukan perjalanan wisata dengan pola mandiri atau tanpa jasa travel agent.

Bahkan segala keperluan fasilitas wisata pun dipesan melalui online seperti hotel/penginapan, kendaraan, atraksi wisata dan lainnya. Cukup berbekal smartphone/gadget, wisatawan sudah bisa berkunjung ke destinasi yang diinginkan. Sehingga biro perjalanan wisata pun mulai merasa kehilangan lahan bisnisnya. Meski demikian, masih ada pula yang menggunakan jasa travel agent seperti perjalanan wisata bergrup dari perusahaan dan sekolah-sekolah.

Banuartha yang juga menjadi pengurus Asosiasi Travel Agent atau Asita Bali ini mengakui jika sebelumnya hanya melayani permintaan paket tur inbound (perjalanan wisata yang dilakukan oleh wisatawan asing). Tapi karena berkurangnya wisatawan asing yang melakukan permintaan paket inbound tersebut ditengarai perubahan pola traveling mandiri, membuat pihaknya menambah pasar lebih luas yakni menerima paket tur outbound (ke luar negeri) diantaranya menjual paket tur ke Jepang untuk warga Bali.

Direktur PT Sari Gumi Bali Tours, Komang Takuaki Banuartha
Foto : Direktur PT Sari Gumi Bali Tours, Komang Takuaki Banuartha.

“Peluang itu memang ada. Kita sebagai pembisnis pasti selalu melihat peluang. Kalau melalui travel agent kita juga jual outbound ke Jepang, Filipin dan ke mana-mana kita jual. Hanya sekarang kebanyakan berwisata melalui online, paling kendala di visa baru kita travel agent yang ngurus,” ujar Banuartha.

Diakui saat ini orang-orang yang traveling sudah pintar dan mahir memanfaatkan teknologi informasi digital yang ada. “Kita juga sebagai travel agent mulai mengubah bisnis kita menjadi online juga agar bisa bersaing. Kalau masih seperti dulu seperti pola konvensional ya cukup susah dan perlahan akan hilang juga,” tuturnya.(bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *