Penerbangan Langsung ke Rusia Tingkatkan Kunjungan Wisman ke Bali

Penerbangan Langsung ke Rusia Tingkatkan Kunjungan Wisman ke Bali
Foto : Kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali melalui Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai.

Buletindewata.com, Badung.

Kedatangan wisatawan Rusia pada tahun 2018 ini mulai mengalami kenaikan. Hal itu dikarenakan promosi yang dilakukan oleh pelaku industri pariwisata pada Festival Indonesia di Moskow, Rusia sejak beberapa tahun terakhir. Duta Besar Indonesia untuk Rusia, M. Wahid Supriyadi saat ditemui di Alantara Resort Sanur Managed by Pramana belum lama ini mengatakan bahwa pariwisata Bali berpeluang lebih banyak mendatangkan wisatawan asal Rusia.

Menurutnya, jumlah wisatawan asal Negeri Beruang Merah ini yang berkunjung ke Indonesia dari tahun 2016 naik 22 persen kemudian 2017 tumbuh menjadi 37 persen. Namun sekitar 90 persennya melakukan perjalanan wisata di Pulau Dewata. Meski demikian pihaknya mengaku belum puas karena jumlah kunjungan turis Rusia ke Tanah Air pada 2017 lalu sekitar 110 ribu orang.

Dikatakan Supriyadi, kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) dari Rusia ke Tanah Air khususnya Bali akan bertambah apabila ada aksesibilitas penerbangan langsung. Sebab selama ini untuk berkunjung ke Bali, turis Rusia melalui negara lain.

Data dari Dinas Pariwisata Daerah Bali menunjukkan kedatangan turis Rusia pada Januari-April 2018 sebanyak 47.984 kunjungan. Jumlah ini mengalami kenaikan jika dibandingkan periode yang sama tahun 2017 lalu sebanyak 40.439 kunjungan. Jumlah turis Rusia ke Bali sepanjang tahun 2017 lalu mencapai 94.898 orang. “Jumlah itu (Januari-April 2018) sudah hampir separuh dari tahun lalu dan sekarang sudah diatas Perancis padahal tahun lalu Perancis itu 170 an ribu. Sedangkan Rusia 110 ribuan,” beber Supriyadi.

Lebih lanjut kata dia turis Rusia ini merupakan wisatawan dengan lama tinggal yang cukup lama jika berkunjung ke suatu destinasi. “Bahkan turis Rusia itu rata-rata turis bintang lima dan lama tinggalnya pun paling lama hanya kalah sama Jerman dan juga high spending,” terangnya.

Dia menuturkan, adanya rencana penerbangan langsung dari Moskow ke Denpasar pada Oktober 2018 yang dilakukan oleh maskapai ketiga terbesar di Rusia ini dikatakan Supriyadi tentu akan berdampak pada peningkatan kedatangan wisman Rusia ke Pulau Seribu Pura ini. Dengan demikian pihaknya memprediksi melalui penerbangan langsung tersebut jumlah kunjungan turis Rusia bisa mencapai 200 ribu per tahun.

“Kalau ada direct flight (penerbangan langsung) saya kira hampir mendekati 200 ribu. Tapi juga sudah ada yang mau charter. Jadi saya akan optimis diatas 150 ribu. Direct flight ini keuntungannya bukan dari pariwisata saja tapi ekspor makanan dan kerajinan,” imbuhnya.

Saat liburan ke luar negeri, warga negara Rusia ini cenderung lebih menyukai pantai dan pegunungan. Warga Rusia pun telah banyak mengenal Bali. Namun turis Rusia yang datang ke Bali rata-rata berasal dari ekonomi menengah atas. Hal itu dikarenakan jarak antara Rusia dan Bali cukup jauh sehingga ongkos yang dihabiskan pun cukup tinggi. Maka pihaknya memanfaatkan Festival Indonesia di Moskow ini untuk mempromosikan pulau ini supaya semakin banyak yang mengetahui destinasi Bali dan datang ke Bali.

“Bahkan waktu Gunung Agung erupsi ada orang Rusia yang ke sana. Mereka (turis Rusia) tidak peduli. Mereka juga sangat fanatik bahkan ketika ada isu terorisme juga tidak masalah dan tidak ada warning dari pemerintahnya. Karena mereka tahu di mana-mana bisa terjadi isu terorisme,” katanya.

Sementara itu, Communication & Legal Section Head Bandara I Gusti Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim menyatakan bahwa kedatangan wisatawan asal Eropa tahun ini di bandara setempat cukup banyak yakni didominasi oleh Inggris dan Rusia. “Rusia potensi besar untuk direct flight ke Bali. Memang masih ada slot tergantung parking stand kita,” ujarnya.(ris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *