ASITA BALI DORONG DESTINASI WISATA BALI & BEYOND

ASITA BALI DORONG DESTINASI WISATA BALI & BEYOND

Buletindewata.com, Denpasar.

Destinasi-destinasi baru yang berada di sekitar Pulau Bali atau Bali & Beyond menjadi nilai tambah untuk biro perjalanan wisata (BPW) dalam hal menjual produk wisata. Ketua Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (Asita) Bali, I Ketut Ardana menyatakan bahwa Asita Bali sangat diuntungkan adanya destinasi-destinasi baru yang berada dekat dengan Bali.

Meski diakuinya adanya persaingan produk antara destinasi lainnya. Namun hal itu akan memperbanyak produk-produk wisata yang ditawarkan Asita Bali sesuai potensi dan karakteristik di destinasi tersebut. “Asita Bali sangat diuntungkan dengan destinasi-destinasi baru itu, karena Bali pulau kecil. Kita juga tidak bisa memaksakan wisatawan hanya di Bali, memang harus ada daya tarik lainnya di sekitar kita,” ucap Ardana saat donor darah dan bersih-bersih pantai selama 47 tahun Asita Bali untuk pariwisata Indonesia di Pantai Mertasari, Sanur Denpasar, Jumat (2/2).

Dia mencontohkan, destinasi-destinasi di sekitar Bali yang menjadi daya tarik wisatawan dan dikemas dalam bentuk paket tur Bali & Beyond diantaranya Lombok (Gili Trawangan), Pulau Komodo, Banyuwangi, Gunung Bromo dan lainnya ini akan memperkaya produk wisata. “Bagi Asita Bali  destinasi Bali and beyond sangat bagus sehingga produk wisata akan semakin kaya, lebih kaya jadinya kepariwisataan kita,” cetusnya.

Ardana mengungkapkan bahwa produk wisata Bali & Beyond tersebut saat ini tidak hanya diminati oleh wisatawan asal Eropa, dari Asia pun mulai tertarik. Apalagi sekarang ini telah dibuka akses penyebrangan laut dari Kedonganan dengan menggunakan fast boat menuju Banyuwangi. “Dibukanya peluang dan kesempatan seperti itu karena memang marketnya ada,” ujar Ardana.

ASITA BALI DORONG DESTINASI WISATA BALI & BEYOND

Foto : Ketua Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (Asita) Bali, I Ketut Ardana, saat donor darah HUT ke-47 tahun Asita Bali, di Sanur, Jumat (2/1).

Biasanya menurutnya, ketika melakukan promosi menjual paket tur Bali di luar negeri, sering mendapatkan pertanyaan apakah ada destinasi lainnya yang bisa dikunjungi selain Bali (Bali & beyond). “Mereka (tur operator) di luar negeri akan menanyakan itu. Apalagi memang yang gencar-gencar promosi itu kan industri dari Bali. Industri yang dari luar banyak yang belum mampu promosi ke luar negeri,” katanya.

Lebih lanjut Ardana mengatakan jika pemerintah membuka destinasi-destinasi baru mestinya memperhatikan akses/infrastruktur menuju destinasi itu. Apalagi destinasi baru Bali & beyond yang ada di wilayah Indonesia timur, saat dipromosikan kepada wisatawan mendapat sambutan yang luar biasa karena memiliki obyek wisata menarik. “Pemerintah kita mesti masuk dan menata cantiknya daerah timur ini. Akses harus terus dilakukan,” cetus Ardana.

Dia menambahkan terkait usia Asita Bali yang telah mencapai 47 tahun ini kedepannya tetap memimpin jalannya kepariwisataan di Bali. Sebab yang terlibat dalam industri pariwisata Bali tidak hanya travel agent juga komponen lainnya seperti hotel, restoran, guide, atraksi wisata serta desa pakraman. “Bali yang sudah menjadi destinasi dunia dan dikagumi maka kita harus terus meningkatkan kualitas dan nama besar Bali dan Asita Bali harus betul-betul menjaganya dengan baik,” imbuhnya.(bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *