PELAKU PARIWISATA BALI PERLU PAHAMI KARATER WISATAWAN

PELAKU PARIWISATA BALI PERLU PAHAMI KARATER WISATAWAN

foto : Ni Made Eka Mahadewi (kiri) bersama Anggota Penentu Kebijakan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Badung.

Buletindewata.com, Badung.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pemerintah maupun pelaku pariwisata Bali jika ingin menarik lebih banyak kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) asal Amerika Serikat (AS). Anggota Penentu Kebijakan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Badung, Ni Made Eka Mahadewi dalam siaran persnya, di Badung menjelaskan bahwa Sightseeing adalah faktor utama bagi wisatawan asal AS. Sehingga destinasi Bali harus senantiasa memunculkan ide baru dan kreatif dalam pengembangan destinasi seperti menciptakan multi produk yang atraktif dan memenuhi keinginan pasar.

Sebelum menyasar pangsa pasar kata dia hendaknya mencari tahu karakteristik dan kebiasaan wisatawan misalnya wisata AS ini termasuk wisata yang didominasi oleh perputaran jumlah penduduknya (wisatawan domestik lebih tinggi dari wisman). Lalu, apa yang menarik dari perjalanan penduduk AS ke Bali? Penduduk AS yang datang ke Bali sebagai wisatawan lebih senang melakukan kegiatan wisata olahraga laut diantaranya diving, snorkeling, surfing beserta melihat wisata alam (sightseeing).

Dia mengatakan, dalam melakukan perjalanan ke Bali dan kembali ke negaranya, wisman AS nyaris menghabiskan waktu 2 hari hanya dalam perjalanan dalam pesawat. Lantas bagaimanakah bentuk perjalanan wisatawan AS? Dalam hal ini seharusnya statistik pariwisata Bali membedakan karakteristik AS dengan Amerika Tengah dan Amerika Selatan, seperti halnya statistik membedakan wisatawan Eropa yang terbagi dalam kelompok negara sebagai wisatawan yang berasal dari Inggris, Perancis, Italia dan lainnya.

Mahadewi membeberkan, dari data statistik pariwisata AS tahun 2016 perjalanan yang dilakukan oleh penduduk AS dibagi beberapa wilayah dan yang paling banyak dikunjungi oleh penduduk AS dalam melakukan kegiatan perjalanan luar negeri secara berurutan adalah wilayah Eropa 13,6 juta orang, Karibia 7,3 juta, Asia 5,3 juta, Amerika Tengah 2,9 juta, Timur Tengah 2,1 juta, Amerika Selatan 2 juta, Oceania 700 ribu dan Afrika sebanyak 300 ribu orang.

Lanjut dia memaparkan, dari jumlah kunjungan wisatawan asal AS tahun 2016 yang berkunjung ke Asia sejumlah 5,3 juta orang tersebut, data statistik Bali menunjukkan wisatawan Amerika termasuk AS, Amerika Tengah dan Amerika Selatan yang berkunjung  ke Bali sebesar 170.457 orang. “Jika diasumsikan yang berkunjung ke Bali hanya wisatawan AS, maka hanya sebanyak 3,2 persen wisatawan AS yang berkunjung ke Bali,” sebut Mahadewi.

Menurutnya, karakteristik penduduk Amerika Serikat yang melakukan perjalanan luar negeri didominasi untuk tujuan liburan sebanyak 53 persen, sebanyak 27 persen untuk mengunjungi teman dan relasi sedangkan lainnya untuk tujuan bisnis sebesar 10 persen dan konvensi sebanyak 3 persen.

Sebanyak 72 persen dikatakannya perjalanan penduduk AS dilakukan melalui 10 bandaranya yaitu melalui airport New York (JFK), Miami (MIA), Atlanta (ATL), Los Angeles (LAX), Newark (EWR), Chicago (ORD), San Francisco (SFO), Washington (IAD), Houston (IAH) and Boston (BOS) dan empat kota terbesar sumber wisatawan AS adalah New York, Los Angeles, Seattle dan Houston.

Sumber informasi perjalanan luar negeri penduduk AS diperoleh dari informasi yang diberikan oleh pihak airline (penerbangan) sebanyak 52 persen, informasi online (internet) sebanyak 32 persen dan sebanyak 17 persen diperoleh dari informasi biro perjalanan. Keputusan perjalanan ke luar negeri penduduk AS dilakukan melalui airline sebanyak 39 persen, internet booking service 31 persen dan melalui agen perjalanan hanya sebesar 18 persen.

Dari berbagai informasi karakteristik tersebut kata Mahadewi yang juga Pembantu Ketua I STP Bali, dapat diketahui bahwa penduduk AS yang melakukan perjalanan luar negeri banyak dipengaruhi oleh informasi wisata yang diberikan oleh pihak airline dengan kota terbesar Los Angeles dan New York.

“Aktivitas penduduk AS yang melakukan perjalanan luar negeri diantaranya banyak melakukan aktivitas yang terkait dengan kegiatan sightseeing, wisata belanja, small town/countryside, pengalaman makan yang menyenangkan, mengunjungi wisata sejarah, wisata budaya, monumen, museum, guided tour, nightclub, themepark, concert music, watersport, camping, ecotourism, sport event, kasino, golf/tennis, wisata buru/memancing dan wisata salju,” bebernya.(bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *