WISATAWAN MENINGKAT, BULELENG TAMBAH DAYA TARIK WISATA

WISATAWAN MENINGKAT, BULELENG TAMBAH DAYA TARIK WISATA

Buletindewata.com, Buleleng.

Kabupaten Buleleng tahun 2018 telah menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) berkunjung ke wilayah yang berada di Bali utara tersebut. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, Nyoman Sutrisna menjelaskan tahun 2018 pihaknya menargetkan wisman berkunjung ke Buleleng sebanyak 850 ribu kunjungan. Sedangkan realisasi kedatangan wisman ke wilayah itu pada 2017 mencapai 825 ribu. Jumlah tersebut kata dia melampaui target dari yang ditetapkan sebanyak 790 ribu wisman.

“Target wisman yang berwisata ke Buleleng tahun 20017 itu Eropa, Asia, kemudian Australia namun yang mendominasi Belanda tamu paling banyak datang ke Buleleng,” jelas Sutrisna saat dihubungi Jumat (12/1).

Dia menyebutkan tahun 2018 ada penambahan daya tarik wisata (DTW) yang ditawarkan pariwisata Buleleng dari sebanyak 31 menjadi 86 DTW. “DTW itu tawaran baru berdasarkan survei. 2017 kami lakukan inventarisasi dan 2018 kita promosikan. Ternyata kedatangan kapal pesiar banyak yang menanyakan city tour,” terangnya.

Destinasi yang ditawarkan kepada wisatawan disebutkan Sutrisna diantaranya pasar tradisonal, Pelabuhan Buleleng, Mesjid, Puri, Museum Gedong Kirtya. “Akan kita jual juga Taman Bung Karno di Sukasada sekarang lagi tahap pembangunan,” sebutnya.

Menurut Sutrisna pada 2017 lalu kunjungan wisatawan domestik lebih mendominasi dibandingkan wisman. “Namun jumlahnya beda tipis,” ujarnya.

Destinasi wisata yang paling digemari oleh wisman dan wisatawan domestik atau nusantara adalah Pantai Lovina, sedangkan wisman Eropa cenderung melakukan kegiatan wisata spiritual, heritage, dan alam seperti pemandangan Desa Wanagiri, pemandian air panas dan air terjun.

Lebih lanjut dia menerangkan untuk memajukan pariwisata Buleleng pihaknya menyusun strategi dengan lima pilar, terdiri dari peran pemerintah, swasta, perguruan tinggi, masyarakat, dan media. “Dasar dari lima pilar ini konsep pariwisata dan budaya dengan berlandaskan Tri Hita Karana istilahnya pariwisata berkelanjutan,” beber Sutrisna.

Selain itu dalam hal untuk mendatangkan wisatawan ke Buleleng tidak hanya melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai juga dari jalur laut yaitu kapal pesiar yang berlabuh di Pelabuhan Celukan Bawang, Buleleng. “Kami coba adakan kerjasama dengan travel supaya mempromosikan kita. Untuk kapal pesiar kita punya target ukuran besar 5000 penumpang sebanyak 15 kali kunjungan. Kemudian kapal dibawah 5000 targetnya 8 unit dibawah 500 juga,” terangnya.(bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *