BALI TOURISM HOSPITALITY (BTH) KELUARKAN SOP MITIGASI BENCANA UNTUK WISATAWAN

Buletindewata.com, Denpasar.

Bali Tourism Hospitality (BTH) mengeluarkan standard operational procedure (SOP) mitigasi erupsi Gunung Agung dalam hal Penanganan dan Pemberangkatan Wisatawan dari Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju bandara alternatif terdekat yaitu Bandara Blimbingsari (Banyuwangi), Juanda (Subaraya), Soekarno Hatta (Cengkareng) dan Lombok jika Bandara I Gusti Ngurah Rai tutup.

Ketua Bali Hotel Association (BHA) yang juga tim BTH, Ricky Putra memaparkan flow wisatawan dari Bandara Ngurah Rai menuju bandara alternatif diantaranya wisatawan datang ke bandara, kemudian menuju konter maskapai, koordinator transportasi dan pendamping STP memandu menuju counter hospitality desk, wisatawan melakukan registrasi dan mengambil kupon transport di counter hospitality desk, koordinator transport mengarahkan wisatawan menuju ke bus dengan koordinasi PIC Organda, koordinator transportasi bersama tour guide mengecek dan mengidentifikasi kupon untuk prioritas keberangkatan, HPI berkoordinasi dengan koordinator transportasi menyiapkan perlengkapan berkaitan dengan pendataan wisatawan yang akan naik bus.

Selanjutnya dia menjelaskan SOP dari Bandara Ngurah Rai menuju hotel untuk wisatawan yang sebelumnya menginap di Kabupaten Karangasem, Klungkung (Nusa Penida, Nusa Lembongan), Bangli, Singaraja dan Negara serta menginap di hotel yang dipesan melalui Airbnb mendapatkan fasilitas free satu malam menginap di hotel terdekat dari bandara. Ricky menyebutkan ada 500 kamar dari 14 hotel dekat Bandara Ngurah Rai yang direkomendasikan untuk wisatawan yang telah membooking akomodasi melalui situs online.

Lanjut dia menjelaskan, pemberitahuan untuk hotel ketika terjadi penutupan bandara, pihak hotel harus memastikan wisatawan kembali ke hotel dan memastikan diberikan pelayanan maksimal. “Jika tamu tetap ingin kembali ke negaranya, pihak hotel harus memastikan dan mengkonfirmasi kepada tamu terkait tiket penerbangannya,” jelasnya di Denpasar, Senin (8/1).

Ricky Putra juga menerangkan bahwa pihak hotel harus menginformasikan kepada tamu terkait dengan flow SOP dari hotel tempat menginap hingga ke bandara alternatif jika terjadi penutupan bandara. Pihak hotel harus memberitahu kepada tamu bahwa ketika terjadi penutupan bandara, assembly point hanya di bandara. Saat penutupan bandara pihak hotel harus memastikan bahwa tamu mendapat free menginap satu malam di hotel yang bersangkutan.

Sementara itu, ketua Persatuan Angkutan Wisata Bali (Pawiba), Nyoman Sudiartha mengatakan untuk mengantar wisatawan ke bandara terdekat telah disiapkan sebanyak 200 bus pariwisata per hari berkapasitas 40 orang/bus secara gratis dengan fasilitas makanan dan minuman. “Wisatawan tinggal datang ke bandara dan tunjukan paspor bisa dapat fasilitas bus pariwisata. Ini free ada dari pemerintah,” ungkapnya.

Sementara itu wisatawan juga bisa menggunakan jalur laut melalui Pelabuhan Watununggul Kedonganan, Badung menuju Banyuwangi dengan lama perjalanan sekitar 2 jam. Ketua Promosi dan Marketing Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (Asita), Eddy Sunyoto menyatakan cara tersebut sangat efektif dibandingkan melalui jalur darat menuju Banyuwangi yang menghabiskan waktu hingga 5 jam. “Saat ini fast boat Marina Sri Kandi telah beroperasi dari Kedonganan menuju Banyuwangi dengan kapasitas 150 orang sekali jalan dan saya telah mencoba menggunakan moda transportasi ini. Jadi cara ini bisa digunakan untuk mitigasi saat Bandara Ngurah Rai ditutup,” terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *