HADAPI PENINGKATAN ERUPSI GA, BPPD BALI SIAPKAN KONTER PUSAT INFORMASI PARIWISATA DI BANDARA NGURAH RAI

foto: BPPD Bali sediakan Tourist Information Centre di terminal kedatangan domestik dan internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Buletindewata.com, Badung.

Mendukung kemajuan industri pariwisata di pulau ini, Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Bali menyediakan layanan informasi terkait kepariwisataan kepada wisatawan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Dalam hal ini manajemen PT Angkasa Pura I Bandara I Gusti Ngurah Rai berupa konter pelayanan informasi kepada wisatawan yang bertempat di terminal kedatangan internasional dan domestik, Rabu (3/1).

Kepala Dinas Pariwisata Daerah Bali, Anak Agung Gede Yuniartha Putra mengatakan agar para stakeholder pariwisata memanfaatkan fasilitas pusat informasi pariwisata ini untuk menjelaskan apa saja yang ada di Bali kepada wisatawan. Tourist Information Counter di Bandara Ngurah Rai ini menurutnya sangat tepat untuk memberikan informasi terkait pariwisata Bali untuk wisatawan di tengah kondisi Bali yang menghadapi peningkatan aktivitas Gunung Agung

Dengan adanya pusat informasi pariwisata di bandara tentunya akan memudahkan wisatawan baik mancanegara maupun domestik yang ingin mengetahui obyek wisata di Pulau Dewata dan hal lainnya berkaitan pariwisata. Mengingat wisatawan yang datang ke Bali tidak hanya melalui jasa biro perjalanan wisata bahkan banyak pula berwisata mandiri/tanpa pemandu wisata. “Ini dikarenakan peningkatan kedatangan wisatawan ke Bali dari tahun ke tahun sangat luar biasa,” ujar Yuniartha di Badung.

General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Yanus Suprayogi mengatakan jika manajemen bandara mendukung setiap kegiatan kepariwisataan yang dapat membangkitkan perekonomian masyarakat. “Perlu untuk bagaimana membentuk wisatawan dalam kondisi nyaman pada saat apapun,” cetus Yanus.

Sementara itu, Ketua BPPD Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) menjelaskan bahwa pusat layanan informasi pariwisata ini telah digagas sejak tahun lalu ketika ada penilaian lomba pada masing-masing airport di Tanah Air. Industri pariwisata Bali ini menganggap perlu adanya pusat informasi tersebut di area bandara. “Pusat informasi pariwisata yang bersifat permanen ini sangat membantu kita dalam situasi seperti sekarang ini,” jelas Cok Ace yang juga Ketua PHRI Bali.

Dia mengatakan, pelayanan yang diberikan akan mengikuti jadwal penerbangan dari pagi hingga penerbangan terakhir/malam hari. Saat ini informasi yang akan diberikan kepada wisatawan terkait kondisi alam (aktivitas Gunung Agung), obyek-obyek wisata, transportasi dan lainnya. “Informasi pariwisata ini diperlukan oleh wisatawan yang datang tanpa jasa travel agent. Pusat informasi pariwisata ini yang jelas non profit, kami mewakili destinasi, mewakili Bali,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *