GENJOT KUNJUNGAN, KEMENPAR RI RAMBAH POTENSI PASAR WISATA ASEAN

Foto : Rizki Handayani Mustafa, Asdep Pengembangan Pasar Asia Tenggara Kemenpar RI.

Buletindewata.com, Denpasar.

Meski lama tinggal wisatawan dari negara-negara Asia Tenggara (Asean) ketika berlibur di Bali cukup singkat sekitar 3-4 hari, namun Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI menganggap bahwa Asean merupakan pasar potensial untuk meningkatkan kunjungan turis ke Pulau Dewata. Untuk itu, Kemenpar terus menggenjot promosi pariwisata di negara-negara Asean seperti Malaysia, Thailand, Singapore dan Vietnam.

Asdep Pengembangan Pasar Asia Tenggara Kemenpar, Rizki Handayani Mustafa, di Badung, Bali, mengatakan keanekaragaman budaya, kuliner dan keindahan alam yang ada di sejumlah destinasi di Indonesia menjadi produk unggulan untuk dipromosikan di pasar Asean.

Dikatakan Rizki, promosi di pasar Asean tersebut untuk memperkenalkan potensi wisata yang ada diseluruh destinasi di Indonesia. Pasalnya masih banyak masyarakat Asean yang belum mengetahui keunggulan pariwisata Indonesia dibanding negara lainnya. “Kami melihat wisatawan asal Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Brunei, dan Vietnam sangat potensial, sehingga selama 1,5 tahun kami gencar melakukan promosi wisata ke negara itu,” jelas Rizki.

Pihaknya menyarankan agar pariwisata Bali ini melirik pasar Asean untuk menutupi kehilangan jumlah kedatangan dari negara yang tingkat kunjungannya kini mulai menurun. Menurut Rizki, pelaku industri pariwisata Bali mesti lebih optimal melakukan promosi di Thailand karena selain untuk mendatangkan wisatawan asal Negeri Gajah Putih tersebut, di negara itu juga banyak ekspatriat.

“Sehingga perlu juga dilakukan pendekatan antara maskapai penerbangan yang bisa langsung ke Bali. Ini yang harus didekatkan oleh pelaku industri pariwisata yang ada di Bali untuk menggaet wisatawan dari negara itu,” katanya.

Selain Thailand, juga perlu memaksimalkan promosi di Malaysia yang memiliki warga dari etnis Tionghoa, India dan Melayu. Namun ada hal yang perlu diperhatikan jika melakukan promosi atau menjual produk pariwisata di Negeri Jiran tersebut. “Perlu memilah kembali segmen pasar yang menjadi target promosi di Malaysia sebab di negara tersebut terdapat tiga etnis (India Malaysia, Melayu Malaysia, China Malaysia),” sebut Rizki.

Lebih lanjut dia menjelaskan, apabila berpromosi menyasar India Malaysia hendaknya produk yang ditawarkan sesuai dengan karakteristik mereka, begitu pula untuk Melayu Malaysia dan China Malaysia. Sebab masing-masing etnis tersebut akan mencari produk wisata yang sesuai dengan budaya mereka.

Rizki mencontohkan, seperti orang Melayu saat ditawarkan destinasi wisata ke Bali akan berpikir dua kali untuk datang ke Pulau Dewata karena khawatir tidak menemukan tempat makan yang halal. “Sehingga kami menginformasikan kepada mereka bahwa Bali ada makanan halalnya, dengan menunjukkan brosur lokasi tempat makan yang halal. Termasuk juga dari Singapore, kami juga melihat segmen pasar apa yang diminati wisatawan di sana,” beber Rizki.

Selanjutnya untuk pasar Vietnam kata dia lebih tertarik tempat wisata keramaian, sehingga objek wisata Pantai Kuta juga ditawarkan kepada warga Vietnam agar datang ke Bali. “Kalau kita ingin memulihkan pariwisata Bali, perlu juga bermain di pasar terdekat dengan Indonesia (Asean), karena jalur penerbangannya juga dekat,” cetusnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *