BADUNG TOURISM EMERGENCY CENTRE ANTISIPASI KONDISI DARURAT GUNUNG AGUNG

BADUNG TOURISM EMERGENCY CENTRE ANTISIPASI KONDISI DARURAT GUNUNG AGUNG

Buletindewata.com, Badung.

Pemerintah Kabupaten Badung bersama Kementerian Pariwisata dan Pemerintah Provinsi Bali telah menyepakati mitigasi bencana untuk penanganan wisatawan yang terjebak jika operasional penerbangan Bandara I Gusti Ngurah Rai ditutup karena dampak erupsi Gunung Agung ini dengan mengeluarkan surat keputusan Bupati Badung Tentang Pembentukan Badung Tourism Emergency Centre.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, I Made Badra memaparkan ada beberapa poin yang ditetapkan dalam surat keputusan tersebut dantaranya terkait tugas para anggota Badung Tourism Emergency Centre. Seperti melayani segala kebutuhan wisatawan saat menghadapi tutupnya operasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai akibat erupsi Gunung Agung.

Berkoordinasi dengan antar lembaga/organisasi terkait keberadaan wisatawan di Bali, melakukan mitigasi komunikasi internasional terkait keadaan darurat akibat erupsi Gunung Agung. Bekerjasama dengan maskapai untuk membawa jurnalis dan perusahaan agen perjalanan wisata ke Kabupaten Badung untuk melihat kondisi terkini. Menegaskan kepada pihak penyelenggara asuransi bahwa dalam keadaan darurat wisatawan ditangani sesuai standar operasional prosedur (SOP) internasional.

Memfasilitasi pemberian one free night kepada wisatawan yang strended, memfasilitasi paket darurat yang akan dibiayai oleh APBD (berupa one free night, free transportasi darat/laut, makan dan minum selama perjalanan, sarana komunikasi bagi wisatawan), menyediakan fasilitas kesehatan, serta menyediakan pusat pelayanan terpadu Badung Tourism Emergency Centre di Bandara Internasional Ngurah Rai.

Para anggota Badung Tourism Emergency Centre memiliki masa tugas hingga status Gunung Agung dinyatakan aman dan segala biaya yang dikeluarkan sebagai akibat penetapan keputusan tersebut, dibebankan pada APBD Kabupaten Badung. Badung Tourism Emergency Centre dipusatkan di Dinas Pariwisata Kabupaten Badung dengan nilai anggaran sebesar Rp 8,5 miliar. “Kalau terjadi erupsi yang mengakibatkan tutupnya operasional bandara, maka akan ada pemberian free satu malam menginap. Selain itu, Pemda juga akan menanggung perjalanan menggunakan moda transportasi darat hingga bandara terdekat,” papar Badra saat sosialisasi program promosi Badung 2018, Rabu (27/12).

BADUNG TOURISM EMERGENCY CENTRE ANTISIPASI KONDISI DARURAT GUNUNG AGUNG

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Badung, I GN Rai Suryawijaya menyatakan semestinya Tourism Emergency Centre ini dimiliki pula oleh pemerintah kabupaten/kota serta Provinsi Bali. “Jadi ketika terjadi apa-apa di kabupaten bersangkutan, bisa segera dilakukan action cepat. Termasuk ketika membutuhkan bantuan ke provinsi, ataupun ke pusat,” katanya.

Menurut Rai, keberadaan Badung Tourism Emergency Centre sekaligus dapat digunakan sebagai alat untuk meyakinkan wisatawan bahwa Bali aman untuk dikunjungi. Dalam Tourism Emergency Centre tersebut, Dermaga Watu Nunggul Kedonganan masuk sebagai salah satu alternatif fasilitas mitigasi bencana tersebut. Sebab jarak antara Kedonganan dan Banyuwangi relatif dekat. Penyeberangannya, diperkirakan hanya memakan waktu sekitar 2 jam perjalanan.

“SOP Badung Tourism Emergency Centre sudah jelas, sekarang konteks MoU dengan masing-masing stakeholder. Tapi tentu, industri pariwisata sudah sangat siap untuk itu. Bahkan itu sudah ada statement letter-nya,” jelas Rai.

Dalam statement letter tersebut, Bupati Badung, Kadis Pariwisata Badung, dan PHRI Badung menyatakan siap melaksanakan mitigasi tersebut. “Statement letter ini akan kami bawa dan tunjukkan ke negara-negara asing. Jadi itu adalah semacam surat guarantee (jaminan) kita, bahwa Bali aman untuk dikunjungi,” ucapnya.(bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *