TRAVEL WARNING TIONGKOK DI CABUT, PARIWISATA BALI OPTIMIS MENINGKAT

travel warning tionfkok dicabut pariwisata bali optimis meningkat

Buletindewata.com, Badung.

Pelaku pariwisata optimis kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) asal Tiongkok (China) akan kembali normal setelah Pemerintah Negeri Tirai Bambu itu mencabut larangan (travel warning) bagi warganya yang bepergian ke Pulau Dewata, Selasa (26/12). Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, I Made Badra mengatakan pihaknya saat ini sedang menggeliatkan semua pasar mancanegara.

Tiongkok kata dia merupakan salah satu pangsa pasar potensial untuk pariwisata Bali dan Badung khususnya. Pihaknya berharap berhasilnya Pemerintah Indonesia meyakinkan Pemerintah Tiongkok dengan memberikan jaminan bila terjadi penutupan operasional penerbangan Bandara I Gusti Ngurah Rai karena dampa erupsi Gunung Agung, akan kembali mendatangkan ratusan ribu wisman Tiongkok ke Bali setiap bulannya.

“Dibukanya kembali kedatangan wisman China ini sangat bagus. Sehingga membuka kembali kuantitas yang pernah kita capai itu 16 ribu per hari wisman ke Badung,” ucapnya saat sosialisasi program promosi pariwisata Badung 2018, Rabu (27/12).

travel warning tiongkok ke bali dicabutFoto : Sosialisasi program promosi pariwisata Badung tahun 2018, Rabu (27/12) di The Trans Resort Bali, Seminyak-Badung.

Dengan jumlah kunjungan wisman secara keseluruhan 16 ribu per hari tersebut akan membuka kembali okupansi atau tingkat hunian kamar hotel menjadi rata-rata 75 persen dari 130 ribu jumlah kamar yang tersedia di Badung. Pasalnya selama Pemerintah Tiongkok memberlakukan travel warning, pariwisata Badung cukup banyak kehilangan potensi kunjungan wisman Tiongkok. Berdasarkan data kata Badra wisman Tiongkok yang datang ke Bali per bulan mencapai 300 ribu orang.

“Kita akan mendapat peluang kunjungan wisatawan Tiongkok untuk tahun baru dan perayaan Imlek. Mudah-mudahan situasi ini bisa sustain bandara tetap melakukan penerbangan,” harap Badra.

Sementara itu Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung, I GN Rai Suryawijaya menyambut gembira keputusan Pemerintah Tiongkok tersebut, setelah beberapa kali Pemerintah Provinsi Bali melakukan pertemuan dengan Konsulat Jenderal Tiongkok di Bali yang meyakinkan bahwa pulau ini masih aman untuk dikunjungi.

“China siap untuk datang sepanjang masih ada garansi dan jaminan kalau ada penutupan di bandara. Sangat optimis kedatangan wisman Tiongkok akan kembali normal apalagi untuk Imlek mendatang,” ucapnya.

Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya menyatakan terima kasih untuk Konjen, Kedubes dan Pemerintah Tiongkok atas pencabutan travel warning tersebut. “Terima kasih wisatawan Tiongkok. Selamat datang kembali ke Bali, untuk tahun baru masehi 2018 dan tahun baru Imlek nanti,” ucapnya melalui pesan elektroniknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *