2018 PARIWISATA BALI LEBIH TANGGUH HADAPI GONCANGAN

Buletindewata.com, Badung.

Pariwisata Bali akhir tahun 2017 berangsur pulih namun tak seglamor akhir tahun 2016. Ditengah status awas dan fluktuasi erupsi Gunung Agung saat ini, Bali masih sangat aman dan nyaman untuk dikunjungi. Demikian disampaikan pelaku pariwisata Bali, Wayan Puspa Negara (26/12) via pesan elektroniknya.

Menurut Puspa Negara, sejatinya pariwisata Bali berangsur normal dan stabil, namun kondisi yang ada dari sempat ditutupnya bandara Ngurah Rai beberapa waktu lalu telah mengguncang Bali. Kunjungan wisman ke Bali sempat anjlok ke titik nadir pada tanggal 27 dan 28 Nopember, bahkan pada tanggal 29 Nopember jumlah wisman yang masuk ke Bali hanya sekitar 17 orang sementara yang keluar Bali sebanyak kurang lebih 13 ribuan diluar kondisi normal kedatangan wisatawan ke Bali  yang mencapai 14 ribu orang”, ujarnya.

Kondisi pariwisata Bali disampaikan Puspa Negara, berangsur-angsur mulai membaik, dimana di akhir tahun ini dari tanggal 30 Nopember sampai 15 Desember kunjungan wisatawan beranjak naik dari  3 ribu  hingga 7 ribu  dan secara signifikan kenaikan terjadi pada 16 Desember yang mencapai 12 ribu kunjungan Wisatawan ke Bali hingga sekarang.

Dikatakan Puspa, Bali dimata wisatawan dunia tetap menarik. Terlebih tahun 2017 ini Bali dinobatkan Tripadvisor sebagai World 1st Best Destination and 15th World Best Place to Visit 2017 versi US News. “Ini merupakan kekuatan promosi Bali, saat ini ditambah membludaknya wisatawan domestik melalui jalur laut dan juga bandara untuk libur akhir tahun. Kini rata-rata okupansi hotel dikawasan Kuta mencapai 65% sampai 75% . Hal ini sudah menunjukkan trend stabil namun tidak sesumringah tahun 2016, dimana saat itu mulai tanggal 25 Desember 2016 tingkat hunian sudah mencapai 85% sampai 95% dan bahkan mencapai 100% hingga perayaan akhir tahun atau peak season”, jelasnya.

Diakui Puspa, akhir tahun 2017 ini pariwisata Bali memang tak Seglamor tahun lalu, tapi Bali yang merupakan destinasi wisata internasional akan semakin resisten dan berkembang kuat dari adanya berbagai ancaman dan goncangan bencana yang dihadapi. “kita banyak mendapat pelajaran berharga dari kondisi Gunung Agung untuk dijadikan kekuatan diantaranya kesiapan mitigasi bencana terhadap wisman, tata cara penanganan kedaruratan (Help Desk) dan servise emergency dalam mentreatment wisatawan”, terangnya.

foto: Wayan Puspa Negara

Lebih jauh, sebagai seorang pelaku pariwisata Bali yang juga menjabat GM. Discovery Shopping Mall di kawasan Kuta, Puspa Negara menilai pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota se-Bali sudah harus menganggarkan dana kontigensi (tak terduga) inovatif di sektor tata cara service dan tata cara informasi tahun 2018 dan seterusnya untuk mentreatment wisman yang terjebak jika kemudian Gunung Agung erupsi atau bencana lainnya.

“Dimana sebelumnya ketika wisman terjebak karena bandara tutup, mereka tidak mendapat pelayanan informasi dan pelayanan khusus kedaruratan yang memadai akibatnya mereka menyesal saat itu. Hal ini tidak boleh terjadi lagi dan Gunung Agung telah memberikan pelajaran berharga bagi Bali. Selanjutnya secara agregat Pariwisata Bali akhir tahun 2017 tidak seglamor tahun 2016, namun diyakini tahun 2018 Bali akan lebih siap sebagai destinasi internasional yang tahan terhadap guncangan bencana dan Bali sanggup pulih kembali dan lebih glowing”,pungkasnya.(bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *