38 HARI NUSA DUA LIGHT FESTIVAL DIGELAR, BUKTI PARIWISATA BALI AMAN

NUSA DUA LIGHT FESTIVAL KEMBALI DIGELAR, BUKTI PARIWISATA BALI AMAN

Buletindewata.com, Denpasar.

Atraksi wisata yang ditunggu-tunggu masyarakat Bali dan wisatawan domestik serta mancanegara (Nusa Dua Light Festival) atau festival lampion ini kembali dibuka untuk pengunjung, Jumat (8/12) di Pulau Peninsula, Badung. Festival dengan tema “The Jungle” tersebut menampilkan festival lampion disertai pentas hiburan kesenian, musik dan kuliner akan berlangsung selama 38 hari hingga 8 Januari 2018 mendatang.  Aktivitas wisata buatan ini dapat dinikmati mulai pukul 16.00 s/d 22.00 Wita.

Direktur Strategi Korporasi dan Keuangan Indonesia Tourism Development Corporation ITDC, Jatmiko K. Santosa mengatakan untuk meningkatkan pengalaman pariwisata di kawasan ini, festival juga diselenggarakan untuk mengangkat sektor pariwisata Bali yang mengalami penurunan tingkat hunian hotel dan kunjungan wisatawan akibat erupsi Gunung Agung.

Festival yang menyediakan spot-spot instagramable bagi pengunjung/wisatawan tersebut diselenggarakan untuk menunjukkan bahwa sebagian besar tujuan pariwisata di Bali masih aman dikunjungi wisatawan. “Nusa Dua Light Festival kali ini dengan konsep 3F (Food, Fun and Festival). Berbagai jenis lampion dengan tema “The Jungle” seperti dinosaurus, harimau, komodo, tanaman purba, dan binatang hutan lainnya menjadi spot menarik bagi yang gemar selfie,” jelas Jatmiko.

Selain itu lanjut dia mengatakan, tidak hanya lampion, Nusa Dua Light Festival  juga menawarkan berbagai wahana seperti Hot Air Baloon yang merupakan balon udara dengan kapasitas 6 orang yang dapat diterbangkan mencapai ketinggian 25 meter serta wahana anak-anak lainnya seperti trampoline, rumah balon, kereta mini, dan helikopter mini.

Seperti diketahui, Festival lampion telah populer di beberapa wilayah di Indonesia, kini hadir di Bali dengan nama Nusa Dua Light Festival untuk dijadikan atraksi wisata selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). “Event ini diharapkan menjadi suatu atraksi yang dapat dinikmati oleh wisatawan khususnya saat menginap dan berkunjung ke the Nusa Dua dan Bali umumnya,” imbuhnya.(bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *