PHRI BADUNG SEBUT 10 PERSEN WISMAN REBOOKING KE BALI

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung, I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya. 

Buletindewata.com, Badung.

Menjelang akhir tahun, mulai 20 Desember 2017 mendatang, nampaknya akan terjadi peningkatan kedatangan wisatawan yang cukup tajam. Hal itu dikarenakan aktivitas Gunung Agung yang menurun dari ditetapkannya status awas menjadi siaga. Sehingga menumbuhkan keyakinan wisatawan jika berwisata di Pulau Bali itu aman.

Pelaku pariwisata memperkirakan pada libur Natal, akhir tahun dan Tahun Baru 2018 hotel-hotel di Badung khususnya akan dipenuhi wisatawan. Demikian disampaikan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung, I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya di Badung.

Dia mengungkapkan sejumlah wisatawan yang awalnya melakukan penundaan maupun pembatalan kunjungannya ke Pulau Dewata pada saat Gunung Agung ditetapkan status awas, kini mulai menyatakan kedatangannya pada Desember atau akhir tahun 2017. “Wisatawan sekarang tidak khawatir lagi ke Bali. Banyak yang rebooking sekarang membuat reservasi baru untuk mendapatkan kamar untuk Natal dan Tahun Baru,” ungkapnya.

Dengan adanya pemesanan kamar tersebut pihaknya yakin target 6 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan 8 juta wisatawan nusantara (wisnus) ke Badung akan tercapai. “Rebooking sekarang hampir seluruhnya dari 10 persen pada Oktober kehilangan wisatawan saat Gunung Agung ditetapkan awas. Karena waktu itu ada yang cancel dan penundaan. Itu yang sekarang rebook lagi,” jelas Rai Suryawijaya.

Pemesanan ulang dari wisatawan yang telah melakukan pembatalan kedatangan kata dia mulai terjadi saat level Gunung Agung diturunkan. Disamping itu dikarenakan gencarnya promosi yang dilakukan oleh pelaku pariwisata dan pemerintah bahwa Bali aman dikunjungi.

Badung dikatakan Rai Suryawijaya tahun ini menargetkan kedatangan wisman Eropa sebanyak 1,3 juta orang, Australia 1,2 juta wisman, Tiongkok 2 juta dan Asia 1,5 juta. Pihaknya meyakini adanya akses penerbangan dari negara-negara tersebut ke Bali akan meningkatkan kunjungan wisman. “Kalau tidak terjadi berita buruk pada Gunung Agung itu, pasti diatas target kita,” cetusnya yang juga Ketua BPPD Badung.

Rata-rata okupansi kamar hotel pada akhir tahun ini khusus untuk wilayah Badung disebutkannya minimal 80 persen. Sedangkan okupansi pada libur Natal dan akhir tahun 2016 lalu hanya 73 persen. “Sekarang okupansi akan naik terutama untuk market Asia dan Eropa dan domestik,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Badung, I Made Badra pun mengaku optimis bahwa kunjungan wisatawan ke Badung pada libur Natal, akhir tahun dan tahun baru akan meningkat. Hal itu dikarenakan pihaknya beserta pelaku pariwisata Badung telah melakukan promosi ke berbagai negara.(bud).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *