GUNUNG AGUNG MELETUP, PARIWISATA BALI TETAP NORMAL

Buletindewata.com, Denpasar.

Pasca tersebar kabar Gunung Agung mengeluarkan abu hitam pada Selasa (21/11) pukul 17.05, aktivitas industri pariwisata Bali dan Airport Ngurah Rai hingga saat ini masih berlangsung normal. Kepala Dinas Pariwisata Daerah Bali, AA Gede Yuniartha Putra mengatakan suasana di Bali masih normal. Wisatawan pun masih melakukan aktivitas liburannya seperti hari-hari biasa.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan optimal kepada wisatawan khususnya yang terdampak Gunung Agung agar sektor pariwisata di Bali tetap berjalan secara normal,” tegasnya.

Dikatakan Yuniartha hingga sekarang ini belum ada travel advisory setelah Gunung Agung menghembuskan abu. “Kemarin itu bukan meletus. Bagaimana kita menyampaikan ini kepada wisatawan supaya wisatawan paham betul,” ujar Yuniartha.

Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali, Ida Bagus Agung Partha Adnyana mengatakan jika nantinya terjadi erupsi wisatawan jangan sampai terbengkalai. Terkait mitigasi dan evakuasi terhadap para wisatawan yang sedang berada di Bali akan diatur bersama Kementerian Pariwisata. “Kita industri pariwisata Bali, hotel, pemandunya siap mengevakuasi wisatawan,” katanya.

Ditanya terkiat apakah ada wisatawan mendadak check out dari hotel tempatnya menginap dan kembali ke negaranya akibat Gunung Agung mengeluarkan abu hitam dia mengatakan tidak ada hal yang demikian. “Ada memang wisatawan yang bertanya ke staf hotel terkait hal itu, namun pihak kami telah menjelaskan kondisi sebenarnya. Ibaratkan itu benda panas tersiram air secara otomatis akan mengeluarkan asap, begitu juga dengan kondisi Gunung Agung. Wisatawan pun mengerti dengan penjelasan tersebut,” katanya.

Communication & Legal Section Head Bandara Internasional Ngurah Rai, Ahsanurrohim menegaskan hingga saat ini belum terdampak signifikan terdapat aktivitas penerbangan di bandara. Pihaknya mengakui jika kemarin (21/11) adanya isu pembatalan penerbangan Lombok-Denpasar yang dikarenakan abu Gunung Agung. “Masih normal lancar, kami sudah mengaktifkan Emergency Operation Center (fungsi pengambil keputusan) sebagai bentuk keseriusan airport untuk hal-hal yang tidak diduga terjadi,” jelas Arie.

Sementara itu Managing Director Indonesia Tourism Development Center (ITDC) Nusa Dua, Wayan Karioka mengatakan pasca Gunung Agung mengeluarkan abu hitam panitia IMF-WB 2018 belum memberikan informasi perubahan tempat meeting yang akan melibatkan belasan ribu peserta tersebut. “Rencana pelaksanaan sidang World Bank-IMF yang akan berlangsung di Nusa Dua itu yang sering ditanyakan korelasinya terhadap Gunung Agung. Kami tetap melakukan koordinasi dengan panitia pusat terkait perkembangan kondisi Gunung Agung terus kita laporkan. Tidak ada informasi perubahan berarti yang kita terima dari panitia pusat,” beber Karioka.

Kepala Bidang Informasi dan Media Bali Tourism Hospitality (BTH) Dewa Gede Ngurah Byomantara mengatakan seandainya terjadi erupsi, bagian mitigasi BTH akan menyiagakan 150 orang mahasiswa dan 30 orang dosen dalam proses pemulangan wisatawan. “Planning-planning mitigasi sudah kita siapkan sehingga tidak perlu terlalu panik,” imbuhnya.

Sementara itu Menteri Pariwisata, Arief Yahya langsung mengecek dan mengumpulkan informasi terkait aktivitas Gunung Agung terutama 3A-nya, akses, amenitas dan atraksinya. Ketika laporannya aman dan berjalan normal, dia pun meminta tim BTH untuk memantau detail 24 jam penuh.

Arief Yahya juga meminta agar koordinasi antar lembaga, pemerintah daerah, industri, dan semua stakeholder pariwisata lebih aktif lagi. “Kita tidak pernah meminta ada bencana, tetapi kita harus siap dengan semua skenarionya,” katanya.(bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *