PELAKU PARIWISATA MINTA EVALUASI DAN PENGAWASAN WISMAN BEBAS VISA

Buletindewata.com, Badung.

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Badung, mengharapkan pengawasan ketat terhadap wisatawan mancanegara yang menggunakan bebas visa. Hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi penyalahgunaan dari diberikannya fasilitas bebas visa tersebut kepada wisatawan asing.

PHRI Kabupaten Badung sangat mendukung langkah pemerintah yang telah beberapa kali menambah jumlah negara penerima bebas visa hingga menjadi 169 negara. Langkah ini diharapkan menjadi salah satu upaya mendongkrak jumlah kunjungan wisman sesuai dengan target pemerintah 20 juta orang tahun 2019, kata Sekretaris Eksekutif PHRI Badung, I Made Sulasa Jaya di Badung.

Foto : I Made Sulasa Jaya, Sekretaris Eksekutif PHRI Kab. Badung

Terkait efektivitas bebas visa, Sulasa Jaya menilai sangat bagus untuk meningkatkan arrival ke Indonesia. Namun hal bebas visa tersebut perlu di evaluasi setiap tahun tentang pengaruhnya terhadap hal-hal lain, salah satunya  terhadap masuknya warga negara asing dengan tujuan selain sebagai wisatawan. Hal lain yang juga perlu dikaji secara tepat adalah apakah peningkatan kunjungan wisman disebabkan bebas visa atau karena promosi pariwisata. “kebijakan bebas visa agar memberi manfaat sebagai kekuatan untuk meningkatkan daya saing untuk memenangkan persaingan pasar”, papar Sulasa.

Disamping meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke wilayah Indonesia termasuk Bali sebagai destinasi pariwisata dunia, tak jarang kebijakan bebas visa juga menimbulkan dampak negatif seperti halnya aparat keamanan dari Kepolisian dan Imigrasi di Bali dan beberapa daerah lain di Indonesia yang sempat menangkap dan mendeportasi sejumlah wisatawan asing yang memanfaatkan bebas visa kunjungan. Mereka ditangkap karena menyalahgunakan fasilitas bebas visanya dengan melakukan aksi kejahatan seperti kejahatan di dunia maya melalui Indonesia.(bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *