DERMAGA PESIAR MENJADI ALTERNATIF AKSES BERWISATA KE BALI

Buletindewata.com, Badung.

Selain bandara yang ada, Dermaga Pesiar internasional menjadi alternatif akses ke Bali. Pelaku pariwisata Bali, I Wayan Puspanegara ditemui Kamis 26/10 di Kuta mengutarakan sejauh ini dari data statistik diketahui bahwa kunjungan wisman ke Bali tahun 2016 sebanyak 98,5% atau (4,85juta) wisman melalui jalur Bandara Ngurah Rai dan hanya 1,5% atau (75.303 jiwa) melalui jalur laut (kapal pesiar).

Jika melihat letak pulau Bali yang berada diantara Singapura dan Australia, Bali Puspanegara menilai Bali sangat berpotensi sebagai destinasi kapal pesiar Dunia. Terlebih Bali telah dikenal oleh para Traveller dunia demikian juga berdasarkan info Cruise Line International Asociation, pergerakan kapal pesiar mewah di Asia dalam setahun sebanyak 172 dan pada umumnya transit di Singapore kemudian menuju Australia melalui selat Bali dan Selat Lombok, diproyeksi ada 2 juta pax penumpang wisman kelas atas di kapal pesiar mewah tersebut.

“Saat ini Bali belum memiliki dermaga Internasional yang sanggup di singgahi kapal pesiar mewah dengan penumpang sampai 5.000 pax. Namun demikian kapal pesiar dengan ukuran penumpang 1.500 sd 2.500 juga telah datang secara berkala ke Bali setiap tahunnya. Dari 5 pelabuhan laut di Bali (Gilimanuk, Celukan Bawang, Tanah Ampo, Padang Bay, Benoa) 3 pelabuhan diantaranya telah sering disinggahi kapal pesiar mewah. Bahkan diantara 3 pelabuhan tersebut, pelabuhan Benoa justru telah menjadi tempat pergerakan kapal pesiar lokal, yacth dan kapal pesiar mewah internasional seperti Meratus Cruise Line, dan lain-lain. Selain Benoa Harbour, pelabuhan Celukan Bawang juga telah rutin mendapat kunjungan kapal pesiar mewah (2.500pax) seperti Silver Wishper, Encourage Ancor, termasuk Pelabuhan Padang Bay juga pernah dikunjungi oleh kapal pesiar Queen Elizabeth”, ujar Puspa.

Dari ke 3 pelabuhan itu menurut Puspanegara, jelas bahwa Bali belum memiliki Pelabuhan Pesiar Internasional yang bisa disandari kapal pesiar mewah dengan penumpang 5.000 pax ke atas karena infrastruktur yang masih terbatas. Oleh karena itu potensi besar ini harus digenjot untuk menjadikan Bali memiliki aksesibilitas internasional.

“Selain Bandara Ngurah Rai, hal ini akan menjadi penguat jumlah kunjungan wisman berkelas ke Bali bahkah disaat kondisi Post Majeur (Bencana alam) seperti status awas Gunung Agung hingga jika kemudian erupsi dan bandara Ngurah Rai di harus ditutup dalam jangka waktu yg lama, maka jalur laut kapal pesiar ini kelak sangat menentukan kontinuitas kunjungan wisman ke Bali”, terangnya.


I Wayan Puspanegara yang juga selaku General Manager salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Bali, Discovery Shopping Mall menilai jika potensi Bali sebagai pusat pelabuhan kapal pesiar dunia sangat besar dan akan menjadi sandaran baru pariwisata Bali dimasa depan selain bandara.

“Bali sudah sepatasnya diarahkan menjadi pusat pelabuhan kapal pesiar dunia dengan membangun pelabuhan Cruise Internasional di Bali utara Pelabuhan Celukan Bawang, di Bali Timur Pelabuhan Tanah ampo dan di Bali Selatan Pelabuhan Benoa. Data cruise Line International menyebutkan tak kurang dari 74 kapal pesiar mewah akan berlabuh di pelabuhan Benoa tahun 2018 dengan proyeksi jumlah penumpang mencapai 91.325 orang. Demikian juga pelabuhan Celukan Bawang sudah pula rutin dikunjungi kapal pesiar mewah hanya saja infrastrukturnya belum sepenuhnya siap. Jadi Peningkatan kunjungan wisman ke Bali melalui jalur laut harusnya sudah dipersiapkan hingga bali tidak sepi dari wisman ketika jalur udara mengalami masalah atau kelumpuhan”, terangnya.

Sebagai pelaku pariwisata, Puspanegara mengharapkan pembangunan Pelabuhan Celukan Bawang dan Pelabuhan Benoa untuk Dermaga Cruise Internasional harus segera diwujudkan dan hal ini telah pula mulai digerakkan sebagaimana diketahui pihak pelindo III dengan Pelabuhan Benoa tahun ini akan membangun dermaga Timur sepanjang 340 m yang mampu menampung Kapal Pesiar dengan jumlah penumpang 5.000 pax dan perluasan terminal penumpang internasional. (bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *