BALI RAMAI DIKUNJUNGI WISATAWAN DOMESTIK SAAT LIBUR LEBARAN

Buletindewata.com, Denpasar.

Bali akan banyak dikunjungi wisatawan domestik saat Libur Lebaran. Sejumlah sarana akomodasi seperti hotel di Bali akan mengalami peningkatan jumlah okupansi pada libur perayaan Idul Fitri tahun ini. Hal ini disebabkan pada saat libur keagamaan banyak wisatawan domestik yang ingin berkunjung ke Bali.

Kepala Dinas Pariwisata Daerah Bali, Anak Agung Gede Yuniartha Putra mengatakan libur hari raya Idul Fitri yang dimulai pada 23 Juni 2017 mendatang ini diperkiran akan meningkatkan okupansi atau tingkat hunian kamar hotel hingga mencapai 30 persen. Sedangkan untuk musim liburan sekolah tahun ini yang bertepatan dengan bulan Ramadhan berpengaruh pada penurunan jumlah wisatawan domestik ke Bali.

“Liburan sekolah tahun ini untuk wisatawan domestik menurun karena Ramadhan. Saya kemarin dari Jakarta di airport sepi sekali, biasanya di Cengkareng begitu ramainya orang. Untuk Jakarta-Denpasar itu masih dipenuhi oleh orang-orang asing,” ucap Yuniartha di Denpasar.

Gede Yuniartha berharap menurunnya kedatangan wisatawan domestik selama libur sekolah dapat ditutupi dengan meningkatnya jumlah wisatawan yang datang ke Bali saat libur perayaan Idul Fitri nanti. “Saya lihat untuk order hotel itu (saat Lebaran) sudah mencapai sekitar 50 persen okupansinya,” sebutnya.

Seperti biasanya pada saat libur Lebaran kawasan wisata yang ramai dan menjadi favorit dikunjungi wisatawan domestik adalah pantai Kuta, Sanur, pantai Pandawa dan kemudian pura Tanah Lot di Kabupaten Tabanan.

Sementara itu Ketua Bali Villa Association (BVA), Gede Sukarta mengatakan jika momen libur Idul Fitri atau Lebaran tidak membawa pengaruh yang signifikan terhadap industri villa di Bali. Villa-villa yang ada memiliki pasar tersendiri dimana targetnya adalah wisatawan asing. Libur Lebaran tahun ini akan memberi berpengaruh signifikan terhadap tingkat okupansi banyaknya hotel bintang 1, 2 dan 3 di Bali.

“Kalau kita berbicara villa, domestik tentu kita berbicara yang elit artinya pangsa pasar domestik yang kualitasnya lebih tinggi,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *