ATRAKSI PARIWISATA BARU ATASI KEJENUHAN

IMG-20170206-WA0003

Buletindewata.com, Denpasar.

Industri pariwisata di Bali semakin berinovasi dengan menambah atraksi wisata baru yang belum pernah ada sebelumnya. Hal itu untuk mengatasi kejenuhan para wisatawan ketika berlibur di Bali. Dengan hadirnya atraksi wisata baru ini diharapkan semakin menarik minat wisatawan berkunjung ke Bali.

Atraksi baru yang dimaksud adalah bersantai ketika matahari terbenam dengan sensasi berbeda. Selama ini wisatawan hanya menikmati panorama Sunset atau matahari terbenam dari pinggir pantai. Namun sekarang ini bisa dilakukan dari atas perahu dengan mengambil konsep Sunset Cruise. Operasional Manager Black Ship Jimbaran, Vivi Alvianti, mengungkapkan, Black Ship Jimbaran ini merupakan satu-satunya destinasi wisata yang menawarkan sensasi baru dalam menikmati Sunset di Bali.

“Untuk konsepnya, Black Ship Jimbaran ini merupakan yang pertama kalinya memberikan sensasi menikmati Sunset dari atas kapal kepada wisatawan yang ingin menikmati Sunset dengan cara yang berbeda,” jelasnya di Seminyak, Badung baru-baru ini.

Vivi mengatakan, wisatawan yang ingin menikmati wisata ini, tidak perlu khawatir karena jukung yang digunakan sesuai standarisasi keamanan. Dengan dilengkapi jaket pelampung, serta hammock, sundeck, cool drink, hingga‎ speaker bluetooth. Sambil melaut, wisatawan akan diajak menikmati pesona perpaduan pemandangan deretan jukung, restoran seafood dan hotel di sepanjang Pantai Jimbaran serta lalu lalang pesawat yang mendarat atau berangkat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Untuk dapat menikmati fasilitas ini, satu jukung dipatok seharga Rp1,5 juta dengan kapasitas 6 orang sudah termasuk makan malam. Adapun waktu perjalanannya sekitar 3 jam, dari pukul 16.00-19.00 Wita.

Vivi menuturkan, munculnya atraksi wisata ini karena adanya keluhan nelayan di pesisir Pantai Kelan. Para nelayan kata dia mengeluhkan minimnya pendapatan meskipun pantai tetangga mereka makmur. Hingga saat ini hanya 6 jukung yang bersedia bergabung untuk merintis program tersebut‎ dan semuanya dicat ulang berwarna hitam.
“Dari keluhan itu kemudian ditindaklanjuti dengan menyusun program Black Ship Jimbaran,” ujarnya.(buleta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *