WISMAN TERGANGGU, PANTAI SEMINYAK KUTA DIPENUHI SAMPAH PLASTIK

20161225_073655

Buletindewata.com, Badung.

– Sampah plastik kiriman di sekitar Pantai Seminyak kembali dikeluhkan wisatawan mancanegara. Sampah plastik yang berserakan di pantai yang salah satu menjadi tempat bersantai bagi turis asing maupun domestik itu dalam seharinya diperkirakan mencapai puluhan truk. Demikian disampaikan Bendesa Adat Seminyak, Badung, I Nyoman Sudana kepada awak media saat aksi bersih-bersih Pantai Seminyak, Minggu (25/12).

Dia mengungkapkan selama musim hujan dan angin kencang, kawasan Pantai Seminyak dipenuhi sampah kiriman berupa kayu, bambu serta sampah plastik. Kondisi ini diungkapkannya mengganggu aktivitas wisatawan saat menghabiskan waktu di pantai tersebut. Bahkan berdampak pula pada penurunan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Pantai Seminyak.

“Dari 6 hari lalu sampah yang kami kumpulkan dikirim ke TPA (tempat pembuangan akhir) sudah terkumpul 105 truk. Hari ini bisa sampai 122 truk sampah. Sampah-sampah ini campuran, kayu, bambu dan sampah plastik. Parahnya yang membuat tamu komplin itu adalah sampah plastik. Namun sampah bambu dan kayu masih bisa ditoleransi,” beber Sudana.

Dia menuturkan, selain warga masyarakat Seminyak dan pihak hotel, turis asing yang menginap di kawasan tersebut juga ikut terlibat membersihkan sampah kiriman itu. Pihaknya berharap sampah kiriman ini segera bisa diatasi agar tidak menimbulkan citra buruk yang berdampak pada penurunan okupansi dan lama tinggal wisatawan di kawasan tersebut.

“Sekarang ini momen kita di Desa Adat Seminyak dengan mengerahkan ribuan warga semuanya untuk bersih-bersih di Pantai Seminyak. Kondisi Pantai Seminyak saat ini kotor sekali. Sampah ini adalah siklus alam yang setiap tahun sekali pasti ada. Sekarang ini adalah sampah kiriman terbesar di Seminyak. Kami sampai kekurangan alat berat untuk mengatasi berton-ton sampah ini,” ucapnya.

Sudana berharap Pemda Badung menambahkan lagi alat berat. Apalagi saat ini angin masih kencang dan diperkirakan akan masih ada lagi sampah kiriman. Pihaknya mengimbau agar masyarakat tidak seenaknya membuang sampah di aliran sungai.  Sebab sampah-sampah itu otomatis akan menuju ke hilir (pantai).

Desa adat pun kata dia juga sudah membuat aturan yang berlaku baik itu untuk masyarakat setempat dan wisatawan jika kedapatan membuang sampah sembarangan maka dikenakan sanksi berupa denda Rp 500 ribu.
“Sekarang di Seminyak kurang pengangkutan sampah. Truk dan mobil pecalang juga sudah dilibatkan namun masalah sampah ini belum bisa teratasi. Khsusnya alat berat perlu ditambah,” katanya.

Salah seorang pemudi Seminyak mengaku risih dengan adanya banyak sampah kiriman di kawasan pantai tersebut. “Kalau pantainya kotor penuh sampah seperti ini tentunya kami sebagai warga dan wisatawan pastinya risih dan tidak nyaman melakukan aktivitas di pantai. Dari bersih-bersih ini diharapkan kondisi pantai kembali bersih dan indah yang membuat wisatawan jadi senang lihatnya,” ucap Gung Sri.

Sementara itu wisatawan asing asal Italia ditemui saat olahraga di Pantai Seminyak, Mariana yang pertama kali ini ke Bali mengaku kaget melihat keadaan Pantai Seminyak yang dipenuhi sampah. “Jika tidak ada sampah pastinya pantai ini cantik dan menyenangkan. Tapi dengan adanya aksi bersih-bersih pantai ini saya rasa warga Bali peduli kebersihan. Saya awalnya kaget saat melihat pantai ini penuh sampah dan yang paling mengganggu adalah sampah plastik ini,” keluhnya.(buleta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *