NATARU BANDARA NGURAH RAI SIAGAKAN POSKO TERPADU DAN EXTRA FLIGHT

unnamed

Buletindewata.com, Badung

– Posko terpadu untuk memonitor angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) kembali digelar di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Pembukaan posko terpadu ini dilakukan Minggu (18/12).

Posko ini berlokasi di area publik terminal domestik dan akan beroperasi selama 24 jam mulai 18 Desember 2016 sampai dengan 8 Januari 2017. Menurut Co General Manager PT. Angkasa Pura I Bandara I Gusti Ngurah Rai, Putu Puja Supradnyana, posko monitoring ini akan didukung oleh Kantor otoritas Bandara Wilayah IV, Basarnas, Kantor Kesehatan Pelabuhan(KKP), TNI AU, Polsek Kawasan udara, satuan Brimob Airline dan Ground handling.

Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali telah mengantisipasi jika terjadi lonjakan penumpang pada Libur Natal dan Tahun Baru 2017.  Terbukti dengan adanya permintaan penambahan penerbangan (ekstra flight) dari dan ke Bali. Selama 22 hari periode Posko Pengamanan Nataru, tercatat sedikitnya ada 613 rencana tambahan penerbangan. “Saat ini kami sudah menerima 613 rencana tambahan penerbangan yaitu dari Garuda Indonesia, Air Asia, Citilink, Sriwijaya Air, Nam Air dan Lion Air. Artinya selama 22 hari kedepan rata-rata akan ada tambahan sebanyak 28 penerbangan per hari,” jelas Co.General General Manager PT. Angkasa Pura I Bandara I Gusti Ngurah Rai Putu Puja Supradnyana usai membuka Posko Terpadu di Bandara.

Selaku operator Bandara Ngurah Rai, pihak Angkasa Pura I memprediksi puncak kepadatan penumpang yang datang ke Bali akan terjadi pada 23, 24 Desember 2016 dan 1 Januari 2017. Mengantisipasi lonjakan penumpang, Angkasa Pura I sudah memerhatikan waktu secara intensif dengan para airline dan ground handling agar dapat pelayanannya. “Kami juga sudah dan akan terus memerhatikan kesiapan alat produksi kami seperti landasan, apron (tempat parkir pesawat), alat navigasi penerbangan, kendaraan Airport Rescue and Fire Fighting dan juga genset,” ujar Puja Supradnyana.

Kepala Otoritas Bandara (Otban) wilayah IV Bandara Ngurah Rai, Bintang Hidayat menambahkan, otoritas bandara juga memberikan atensi untuk extra flight yang terjadi saat liburan nataru. Pengawasan ditekankan pada pengenaan tarif batas atas oleh maskapai penerbangan.(hum)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *