PENGHARGAAN TRI HITA KARANA AWARDS 2016

img-20161214-wa0004

Buletindewata.com, Denpasar.

– Akomodasi area persawahan (De Klumpu Bali) yang terletak di Desa Wisata Undisan, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli ini berhasil meraih penganugrahan Tri Hita Karana (THK) Award. Penginapan yang dikelola masyarakat setempat tersebut memberikan pengalaman alam pedesaan dan kehidupan tradisional Bali kepada turis yang berkunjung ke desa wisata itu.

Menurut pelaku pariwisata Desa Wisata Undisan, I Putu Winastra, akomodasi ini dibangun sesuai tata letak rumah tradisional Bali yang berpedoman pada asta kosala kosali. Sehingga wisatawan yang datang dari berbagai negara akan merasakan arsitektur dan desain interior Bali dari zaman dahulu hingga kini masih digunakan masyarakat Bali. “Zaman sekarang agak sulit mencari yang berlandaskan dan mengimplementasikan arsitektur Bali. Padahal karena budaya Bali ini wisatawan datang ke Bali,” ucapnya di Denpasar, Jumat (16/12).

Penginapan bernuansa Bali ini dikatakannya juga menerapkan Tri Hita Karana yang berlandaskan ajaran agama Hindu diantaranya ada Parahyangan (tempat pemujaan Tuhan Yang Maha Esa), Pawongan (ada interaksi antara pekerja dan menggunakan SDM dari penduduk setempat), serta Palemahan (menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan dan tersedia tempat pengolahan limbah atau sampah organik dan non organik).

“Kita mendapatkan Tri Hita Karana Award itu karena memang De Umah Bali dan The Klumpu Bali sudah mengimplementasikan filosofi Tri Hita Karana dan konsepnya juga sudah kita lakukan,” ujar Winastra.

Sebagai pelaku pariwisata di desa tersebut dan warga masyarakat Desa Undisan mengaku bangga terhadap penghargaan tersebut karena satu-satunya daya tarik wisata yang ada di Bangli mendapatkan THK Award. Winastra mengatakan, hal itu merupakan sebuah momentum bagi Bangli khususnya, untuk bisa membuat sebuah gebrakan-gebrakan yang berarti di dalam kepariwisataan Bangli.

Sebab kata dia selain Desa Wisata Penglipuran, dan Kintamani masih banyak wilayah lainnya di Bangli memiliki potensi yang bisa dijadikan destinasi wisata. “Ini PR bagi Pemerintah Bangli, khususnya Dinas Pariwisata Bangli untuk mengembangkan destinasi wisata di Bangli,” katanya.(bude)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *