Lari Bareng Lungs on The Run di Denpasar Sambut Hari TanpaTembakau Sedunia
Foto : Para peserta lari Bareng Lungs on The Run di Denpasar, Minggu (26/5).

Buletin Dewata, Denpasar.

Lungs on The Run adalah sebuah acara lari virtual yang merupakan inisiasi dari berbagai organisasi serta komunitas yang diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) pada tanggal 31 Mei 2019. Sebanyak 600 peserta terdaftar melalui aplikasi 99 Virtual Race yang tersedia di Android dan iOS. Kegiatan yang secara resmi didukung oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ini diikuti para pelari (dan pejalan kaki) dari seluruh Indonesia yang berupaya mengumpulkan 30 juta langkah (setara dengan menempuh masing-masing 50 km) mulai tanggal 1 hingga 30 Mei 2019.

Sebagai bagian dari kegiatan Lungs on The Run, diadakan juga “Lari Sehat Bareng Lungs onThe Run” di lima kota di Indonesia. Denpasar merupakan kota ke-4 yang melaksanakan kegiatan ini setelah Jakarta, Bogor, dan Bandung. Sinergi nyata antara pemerintah dengan masyarakat dapat dilihat secara nyata dalam kegiatan ini.

Dalam pelaksanaannya di tiap kota, “Lari Sehat Bareng Lungs on The Run” ini dilakukan di ruang publik seperti taman bermain anak, taman olahraga, hingga sekolah. Di Kota Denpasar, Bali “Lari Bareng Lungs on The Run” diselenggarakan pada Minggu (26/5) di kawasan Renon, Denpasar yang merupakan area terbuka yang biasa dijadikan area berolahraga dan juga pusat pelaksanaan car free day di Denpasar. Kegiatan ini diikuti puluhan pelari yang bersama-sama mengumpulkan langkah demi Indonesia yang lebih sehat.

Lungs on The Run dilakukan seperti acara lari pada umumnya namun jalur yang diambil dapat dilakukan dari lokasi manapun dan berapapun kecepatannya. Seluruh proses pendaftaran dan pelaporan pencapaian peserta dilakukan secara online melalui aplikasi sehingga kampanye ini berjalan lebih efisien serta dapat dilakukan oleh pelari profesional maupun yang masih pemula.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya, MPPM, yang hadir pada acara Lari Bareng Lungs on The Run di wilayah Renon, Denpasar, mengatakan pihaknya ingin meningkatkan taraf kesehatan masyarakat dan wisatawan di Bali. Sebagai Dinas Kesehatan di wilayah Ibukota Provinsi, pihaknya pun bersinergi dengan Pemerintah Provinsi dan masyarakat, terutama untuk menegakkan Perda No. 7 tahun 2013 yang mengatur tentang Kawasan Tanpa Rokok. Oleh sebab itu, kami dari Pemerintah Kota Denpasar, serta saya rasa juga Pemerintah Provinsi, sangat mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini yang merupakan bentuk nyata dukungan bagi Pemerintah dalam menciptakan Bali yang lebih sehat untuk masyarakatnya.

“Sebagai salah satu pusat pariwisata di Indonesia, tentu saja kami ingin menjadikan Bali layak untuk penduduk serta wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Oleh karena itu dibuatlah aturan yang bertujuan untuk melindungi masyarakat dari berbagai hal yang dapat merugikan. Salah satu peraturan yang ada dan kami terapkan adalah Peraturan Daerah Provinsi Bali nomor 10 tahun 2011 yang mengatur tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang bertujuan untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat dan wisatawan di Bali. Tentu saja adanya peraturan ini harus sejalan dengan penegakan aturan yang tegas. Oleh karena itu, Bali terus berkomitmen untuk menegakkan peraturan tersebut dan dapat dilihat dari tingkat penerapan peraturan yang mencapai 71% di seluruh penjuru Bali.” ujarnya.

Sementara itu, I Made Kerta Duana dari Udayana Central menyatakan dukungannya terhadap Peraturan Daerah yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Bali serta Pemerintah Kota dan Kabupaten di seluruh Bali. “Kami ada bersama-sama pemerintah berusaha untuk mengawal implementasinya. Mulai dari larangan merokok, penerapan KTR hingga larangan display rokok pada gerai retail untuk menjadikan Bali lebih sehat. Termasuk dengan keterlibatan Udayana Central dalam Lungs on The Run sebagai bentuk nyata dukungan kami dalam menciptakan Bali yang lebih sehat. Kami berharap ke depannya tingkat kepatuhan peraturan terkait rokok di Bali dapat semakin meningkat, bahkan hingga 100% dan dapat menurunkan tingkat prevalensi perokok di Bali.” ungkapnyam

Dukungan senada juga disampaikan Nadia Rosiana Sunendra, sebagai perwakilan dari Indo Runner Denpasar yang mengatakan sebagai komunitas para penggemar lari turut mengambil bagian dalam inisiatif Lungs on The Run di Denpasarsebagai sebuah kolaborasi untuk hidup lebih sehat.”Kegiatan ini dilakukan bersama dengan Pemerintah serta masyarakat umum untuk melindungi dan bersama-sama menjadikan Bali lebih sehat. Dengan berlari, kami harap dapat menjadi kebiasaan sehat dan sekaligus terus mengurangi jumlah perokok aktif sehingga dapat menjadikan wilayah Bali pada umumnya dan Denpasar pada khususnya semakin sehat.” tuturnya.

Persoalan rokok di Indonesia, termasuk di Bali, merupakan salah satu masalah serius yang perlu ditanggulangi segera. Prevalensi perokok di atas umur 10 tahun di Bali berdasarkan Riskesdas sudah mencapai 23.5%. Upaya mencari solusi mengurangi tingkat prevalensi perokok haruslah terus dilakukan dengan berkolaborasi antar para pemangku kepentingan termasuk mengajak masyarakat untuk ikut serta dalam mengubah perspektif orang tentang kebiasaan merokok. Hal ini sangat penting untuk dilakukan mengingat Bali merupakan salah satu pusat pariwisata di Indonesia.

Pendaftaran Lungs on The Run dibuka sejak tanggal 1 Mei 2019 untuk 500 peserta. Akibat animo yang cukup besar, jumlah kuota peserta ditambahkan sebanyak 100 pada awal minggu kedua pendaftaran dan langsung habis dalam waktu satu minggu. Kegiatan Lungs on The Run dapat dipantau melalui tagar #LungsOnTheRun serta melalui tagar #SuaraTanpaRokok di Facebook, Instagram dan Twitter.

Di hari ke 25, peserta Lungs on The Run dari seluruh Indonesia sudah mencapai lebih dari 30 juta langkah. Pencapaian peserta (total langkah, jarak dan jumlah hari tersisa) dapat diikuti secara langsung di situs https://lungsontherun.com/ dan akan ditutup bertepatan pada Hari Tanpa Tembakau Sedunia tanggal 31 Mei 2019. Melalui website tersebut juga dapat diketahui nomor layanan Upaya Berhenti Merokok (UBM) milik Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang bisa diakses secara gratis melalui nomor 0-800-177-6565 untuk masyarakat yang ingin berhenti merokok.(rls)

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *