alternatif text
Menu Click to open Menus
Home » NEWS » UNUD JADI BALI CENTER FOR SUISTAINABLE FINANCE (BCSF)

UNUD JADI BALI CENTER FOR SUISTAINABLE FINANCE (BCSF)

July 13, 2017 11:56 am | Published by | No comment

Buletindewata.com, Denpasar.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerjasama dengan Universitas Udayana Denpasar meluncurkan Bali Center For Sustainable Finance (BCSF) untuk menyediakan informasi terpadu guna mendukung keberhasilan implementasi program Keuangan Berkelanjutan di Indonesia. Demikian dikatakan Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad  di denpasar

Pemerintah Provinsi Bali pun menyambut baik dan mendukung berdirinya BCSF ini seperti disampaikan Gubernur Bali, Made Mangku Pastika saat membuka acara “Launching Bali Center for Sustainable Finance dan Seminar Nasional Keuangan Berkelanjutan 2017″, di ruang Sidang Pasca Sarjana, Universitas Udayana Denpasar, Rabu (12/7). Pastika berharap BCSF ini dapat menjadi pusat studi dan pembelajaran bagi seluruh pelaku industri jasa keuangan di Tanah Air, mengingat program itu memerlukan sumber daya manusia yang handal dan profesional.

Menurutnya, fenomena perbankan dalam globalisasi disebutkan “banking is necessery, but banks are not”. “Nantinya bank bisa saja akan tutup semua, namun kegiatan perbankan akan jalan terus. Sehingga fenomena ini harus dijawab para pelaku jasa perbankan untuk meyakinkan masyarakat akan pentingnya keberadaan bank dalam kegiatan perekonomian. Serta berbagai studi dan kegiatan sosialisasi diperlukan, sejalan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kualitas lembaga keuangan,” ucapnya.

Ide pembentukan BCSF ini tercetus oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika beberapa tahun lalu, dan OJK sebagai pihak yang paling berkompeten telah dapat mewujudkannya saat ini. Bali disamping menjadi tujuan pariwisata yang berbasiskan budaya juga diharapkan menjadi center of finance industri seperti Singapura ataupun Hong Kong. “Kita bangga karena ada nama Bali didepannya, ini suatu promosi tersendiri bagi Bali. Kedepan ada keinginan Bali menjadi pusat keuangan dunia, kapan itu tercapai kita tentu akan merencanakan strategi agar berhasil. Dunia kita wisata budaya, alam spiritual, yang belum dikelola itu wisata finance, edukasi, dan sport. Semua kesempatan itu harus kita manfaatkan,” beber Pastika.

Rektor Universitas Udayana Denpasar, Ketut Suastika merasa bangga sebagai partner OJK yang pertama untuk membuat center of sustainable financesehingga diharapkan Universitas Udayana akan lebih berkibar ditingkat internasional. “Dengan adanya center ini diharapkan dapat untuk menjembatani gap ilmu pengetahuan yang berkembang agar dapat diimplementasikan bagi masyarakat,” katanya.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D. Hadad mengatakan Pembentukan Bali Center For Sustainable Finance merupakan bentuk dukungan menyeluruh dari sektor jasa keuangan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan yang dihasilkan dari keselarasan antara kepentingan ekonomi, sosial dan lingkungan hidup. “Upaya ini pula didukung oleh Kemenristek DIKTI serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Terpilihnya Universitas Udayana Bali sebagai Center for Sustainable Finance dilatarbelakangi Bali sebagai wilayah wisata di Indonesia yang mempunyai kondisi sosial dan lingkungan hidup yang kondusif untuk pengembangan keuangan berkelanjutan serta dukungan penuh dari Pemerintah Daerah dan pemangku kepentingan lainnya”, ujarnya.

Melalui pembentukan Center For Sustainable Finance, Muliaman berharap ke depan ada pengembangan publikasi ilmiah terkait keuangan berkelanjutan, mengingat penelitian terkait masih sangat terbatas. Untuk itu tentunya dibutuhkan dukungan dari Kemenristek DIKTI guna membantu publikasi ilmiah pada jurnal Nasional maupun Internasional.

No comment for UNUD JADI BALI CENTER FOR SUISTAINABLE FINANCE (BCSF)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *