Brunch, Gaya Hidup Masa Kini yang Digemari Wisatawan dan Kaum Urban

Brunch, Gaya Hidup Masa Kini yang Digemari Wisatawan dan Kaum Urban

Buletin Dewata, Gianyar.

Istilah brunch yang merupakan singkatan dari breakfast (makan pagi/sarapan) dan lunch (makan siang) kini mulai mewabah bagi kaum urban di perkotaan, seperti di Denpasar. Aktivitas brunch ini biasanya dilakukan mulai pukul 11.00 hingga pukul 15.00. Saat ini, destinasi kuliner di kota Denpasar pun sengaja menyediakan tempat dan beragam pilihan menu untuk para pencinta Brunch.

Tak hanya di Denpasar saja, saat di Bali wisatawan juga bisa menikmati brunch di kawasan pariwisata seperti di Ubud, Gianyar yang terkenal sebagai kota kerajinan dengan panorama alamnya yang indah. Selain jauh dari hiruk pikuk perkotaan yang ramai, spot brunch di Ubud menawarkan beragam fasilitas dan pilihan menu brunch yang beragam kepada wisatawan.

Marketing Manager D’Kampung Ubud, Yanti Lestari beberapa waktu lalu mengatakan bahwa tempatnya kerap menjadi pilihan bagi wisatawan ataupun masyarakat kota Denpasar untuk bersantai sekaligus menikmati brunch bersama kerabatnya. “Biasanya untuk aktivitas brunch, yang sering datang adalah para ekspatriat yang tinggal di Ubud dan sekitarnya,” ucapnya.

Dikatakan, para ekspatriat biasanya sengaja datang untuk menikmati beragam jenis menu brunch, bahkan ada juga yang sambil melakukan aktivitas kerja, seperti meeting yang bersifat santai. Pihaknya pun telah menyediakan fasilitas untuk meeting di luar ruangan yang bisa dimanfaatkan oleh pengunjung. “Gazebo adalah salah satu spot meeting yang digemari pengunjung karena berada di pinggir kolam ikan di sisi barat,” ucap Yanti.

Selain itu juga pihaknya tetap mempertahankan konsep bangunan Bali klasik dengan dominasi bahan yang terbuat dari kayu untuk menonjolkan suansana santai. Disamping itu, pengunjung dapat menikmati pemandangan yang hijau. “Selain alam di sekitarnya masih asri, mendominasinya ruang terbuka ini karena kami ingin wisatawan bisa menikmati udara yang sejuk,” imbuhnya.

Brunch, Gaya Hidup Masa Kini yang Digemari Wisatawan dan Kaum Urban

Tak hanya sebagai menikmati brunch, ditempat ini para orangtua tidak perlu mencemaskan keamanan buah hati karena adanya fasilitas tambahan bagi anak-anak untuk bermain sambil mengasah kreativitas. “Di sini memiliki area khusus supaya anak-anak ini bisa bermain dengan bebas di lapangan hijau,” ungkapnya.

Menurut Yanti, D, Kampung menyajikan menu western food hingga Balinese food. Namun karena peminatnya banyak, menu western food lebih mendominasi untuk disajikan sebagai menu brunch. Beberapa jenis menu tersebut diantaranya Roasted Lamb Rack, Prawn Scampi Rissoto, Slow Cooker Beef, Carrot Cake, Chocolate Brownies. Selain itu ada beragam jenis salad yang disajikan dengan homemade dressing.

Sebagai budaya adaptasi dari luar negeri, brunch di Indonesia lebih cocok disebut gaya hidup. Fenomena brunch yang kini semakin digemari menjadi hal yang wajar, khususnya bagi kaum urban di perkotaan. Tak hanya wisatawan, menikmati brunch seolah – olah menjadi pilihan bagi banyak kalangan masyarakat modern untuk menghilangkan kepenatan setelah menjalani rutinitas pekerjaan.(bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *