Tren Kuliner Pedas Pulau Dewata Digemari Wisatawan

Tren Kuliner Pedas Pulau Dewata digemari Wisatawan

Buletin Dewata, Denpasar.

Pulau dewata tidak hanya menyajikan keindahan budaya dan alam yang dapat menyegarkan pikiran, tetapi juga ragam kuliner lokal dan tentunya bisa memberikan kepuasan batin. Mulai dari ayam betutu, lawar, sate lilit, nasi jinggo, rujak kuah pindang, nasi pedas Bali dan lainnya. Secara umum, makanan tradisional Bali bercita rasa pedas dan rempah yang berlimpah. Tetapi banyak yang mempertanyakan apakah dari segi kesehatan masakan pedas itu sehat?

Rachel Olsen dari Nutrition Expert mengatakan, sebenarnya cabai sebagai bahan dasar kuliner pedas, memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi dan baik untuk kesehatan. “Cabai itu tinggi karotenoid yang merupakan antioksidan untuk melindungi sel tubuh dari radikal bebas. Selain itu, kandungan vitamin C dan B6-nya bagus untuk kekebalan dan metabolisme tubuh,” jelasnya di Denpasar baru-baru ini.

Selain itu, cabe termasuk rendah kalori yang hanya sekitar 9 gram per 3 buah. “Jadi tidak bikin gendut,” cetus gadis keturunan Indonesia-Denmark ini.

Dikatakan Rachel, cabai pun baik untuk dikonsumsi setiap hari, selama dalam porsi yang tidak berlebihan. “Namun cabai diolah dengan cara yang sehat ya. Jadi tidak digoreng atau direbus terlalu lama. Kalau digoreng kelamaan, bisa menambah kadar kolesterol dan lemak jahatnya. Nah, kalau direbus kemungkinan vitaminnya berkurang juga ada, apalagi tipe yang larut dalam air seperti vitamin C dan B6,” paparnya.

Menurut dia, olahan masakan pedas tradisional kebanyakan melalui proses memasak yang kurang sehat. Kemudian apakah ada tips mudah supaya kita bisa menikmati hidangan pedas dengan cara yang lebih sehat?.

Rachel memberikan rekomendasi untuk membuat sambal ulek sendiri di rumah dengan bahan cabai rawit, bawang putih, bawang merah, tomat serta garam dan gula secukupnya. “Atau kalau sedang berada di luar, kita bisa mencoba untuk memilih sambal yang tidak digoreng seperti sambal korek, tomat, dabu-dabu, dan lain-lain,” sarannya.

Walaupun cabai mempunya nutrisi yang bagus, bukan berarti kandungannya secara otomatis bisa memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral harian tubuh. “Kita tetap butuh makan lebih banyak ragam sayur-sayuran dan buah-buahan. Supaya kita bisa yakin kebutuhan ini terpenuhi maksimal, tambahan multivitamin bisa dijadikan pilihan tepat,” tambah Rachel.(blt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *