Menantang Udara Malam, Arak dan Brem Bali Digemari Wisatawan Ubud

Menantang Udara Malam, Arak dan Brem Bali Digemari Wisatawan Ubud
Foto : Arak Bali

Buletin Dewata, Gianyar.

Aktivitas wisata Ubud tidak pernah sepi, mulai dari pagi hingga malam hari tampak wisatawan menghabiskan waktu keluar hotel untuk menikmati kehidupan di area kawasan ini. Ubud hingga kini masih menjadi salah satu destinasi primadona bagi turis asing dan domestik yang berlibur di Pulau Dewata.

Banyaknya wisatawan yang berlalu lalang menikmati udara malam tampaknya menjadi peluang bagi pelaku kuliner di Ubud untuk menyediakan beragam jenis kuliner dan minuman.

Chris Salans yang merupakan Chef disalah satu restoran di Ubud mengatakan, untuk menu tengah malam pihaknya menyajikan daftar cocktail istimewa yang menggunakan bahan-bahan lokal, antara lain memperkenalkan kembali arak dan brem sebagai minuman khas Bali.

Menantang Udara Malam, Arak dan Brem Bali Digemari Wisatawan Ubud
Foto : Kreasi minuman cocktail dari arak dan brem Bali.

Arak adalah minuman alkohol yang dibuat dari fermentasi beras, sedangkan brem terbuat dari beras hitam. Arak dan brem yang digunakan dibuat oleh produsen lokal Bali yang memiliki kualitas dan konsistensi terbaik.

“Kami menyediakan berbagai macam spirit impor, tapi focus kami adalah untuk membawa budaya Bali kepada tamu-tamu kami dengan cocktail cantik dan lezat yang terbuat dari bahan-bahan lokal,” ujarnya.

Pihaknya berharap para wisatawan akan betah berada di Ubud dan memperpanjang masa tinggalnya dengan adanya berbagai fasilitas wisata yang mereka perlukan.

“Semuanya terinspirasi dari hidangan- hidangan lokal. Banyak pengunjung yang menyambut positif tempat ini sebagai tempat untuk berkumpul di Ubud pada malam hari,” pungkasnya.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *