Loloh Kelor Minuman Tradisional Bali, Mulai Digemari Wisatawan

Loloh Kelor Minuman Tradisional Bali, Mulai Digemari Wisatawan
Foto : Minuman loloh kelor.

Buletin Dewata, Gianyar.

Rasa pahit pada daun kelor dapat berubah menjadi nikmat saat diolah sedemikian rupa menjadi minuman favorit. Tak hanya digemari warga, minuman Loloh kelor ternyata mampu menjadi daya tarik wisatawan saat berlibur di Ubud, Gianyar. Warnanya yang hijau pekat sangat menarik minat wisatawan untuk menikmatinya.

Loloh merupakan minuman tradisional Bali yang bisa dikatakan sejenis jamu. Loloh di kalangan masyarakat biasanya dinikmati untuk meningkatkan kesehatan. Di Lembah Ayung Restaurant yang berada di area Pramana Watu Kurung Resort Ubud, loloh kelor mampu disulap daun menjadi minuman yang nikmat dan segar. Minuman spesial ini pun banyak di pesan oleh para tamu yang menginap saat sedang makan.

Chef Lembah Ayung Restaurant, I Wayan Jayantika beberapa waktu lalu mengatakan loloh kelor ini terbuat dari daun kelor dengan cara meremas dan selanjutanya disaring untuk dijadikan sebuah minuman menyegarkan. “Sebenarnya juga bisa diblander. Namun hasilnya kurang maksimal. Kita lebih memilih meremasnya hingga hancur yang selanjutnya disaring agar tidak ada ampas yang ikut dalam penyajian,” jelasnya.

Dikatakan Jayantika, untuk menghasilkan rasa yang nikmat ada beberapa bahan yang ditambahkan seperti asam jawa, garam dan yang paling penting adalah bawang merah. Bawang merah tersebut ikut diremas saat meremas daun kelor. Beberapa tambahan bahan ini memberikan rasa asam dan asin di lidah namun menyegarkan.

fungsi dari tambahan bawang merah ini adalah untuk mentralisir suhu dalam tumbuh. Sehingga tubuh menjadi lebih segar. Disamping itu campuran bawang dan daun kelor ini juga bermanfaat untuk memperlancar metabolisme tubuh. “Loloh bagi orang Bali itu kan memang memberi manfaat untuk kesehatan, yang biasanya diminum pagi hari,” katanya.

Menurutnya, menu loloh kelor kerap disajikan pagi hari ditemani bubur. Ini menjadi pilihan menu sarapan bagi wisatawan. Terkadang dalam sajian minuman ini juga ditambahkan es batu, sesuai permintaan. “Pembuatan minuman ini fresh, begitu ada permintaan kami buatkan. Tanpa distok terlebih dahulu,” terang Jayantika.(ags)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *